Minggu, 08 April 2012

TUGAS DASAR K3 (KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA) TENTANG KECELAKAAN KERJA DI BERBAGAI BIDANG

PENDAHULUAN

Bekerja adalah suatu kewajiban yang harus dijalani seseorang dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Di dalam melakukan pekerjaanya seseorang harus selalu dalam kondisi yang aman serta terlindungi agar kesehatan pekerja tersebut selalu terjaga.
Namun terkadang dalam melaksanakan pekerjaannya seorang pekerja tak akan lepas dari yang namanya kecelakaan kerja yang dapat selalu saja mengintai  tanpa memandang waktu dan tempat.
Oleh sebab itu kesehatan dan keselamatan kerja sangat dibutuhkan demi menjamin produktivitas dari pekerja tersebut.








TUJUAN

`        KECELAKAAN KERJA ADALAH SUATU KEJADIAN YANG TIDAK DIKEHENDAKI DAN TIDAK DIDUGA SEMULA YANG DAPAT MENIMBULKAN KORBAN MANUSIA DAN ATAU HARTA BENDA.
KEJADIAN BERBAHAYA LAINNYA IALAH SUATU KEJADIAN YANG POTENSIAL YANG DAPAT MENYEBABKAN KECELAKAAN KERJA ATAU PENYAKIT KERJA KECUALI KEBAKARAN, PELEDAKAN DAN BAHAYA PEMBUANGAN LIMBAH.
Oleh karena itu, harus diambil tindakan yang tepat terhadap tenaga kerja dan perlengkapan, agar tenaga kerja memiliki konsep keselamatan dan kesehatan kerja demi mencegah terjadinya kecelakaan.
Jika demikian, pendidikan akan kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting artinya. Tujuannya antara lain untuk melindungi kesehatan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi kerja, mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit. Berikut berbagai arah keselamatan dan kesehatan kerja :
1.     Mengantisipasi keberadaan faktor penyebab bahaya dan melakukan pencegahan sebelumnya.
2.     Memahami jenis-jenis bahaya yang ada di tempat kerja
3.     Mengevaluasi tingkat bahaya di tempat kerja
4.     Mengendalikan terjadinya bahaya atau komplikasi.
Tujuan dari penerapan K3 dalam suatu industri adalah :
1. Menerapkan peraturan pemerintah UUD 1945 pasal 27 ayat 2, UU No. 14 Tahun 1969 pasal 9 & 10 Tentang pokok – pokok Ketenagakerjaan, dan UU No. 1 Tahun 1970 Tentang keselematan kerja
2. Menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manjemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintregasi, dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan, dan penyakit akibat kerja, serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif (SMK3, pasal 2 ).
PERMASALAHAN
Sebelum tahun 1911, tentang keselamatan kerja dalam industri hampir tidak diperhatikan. Pekerja tidak dilindungi dengan hukum. Tidak ada santunan kecelakaan bagi pekerja. Bila terjadi kecelakaan, perusahaan menganggap bahwa kecelakaan itu :
1. Disebabkan oleh kesalahan tenaga kerja (karyawan) sendiri.
2. Disebabkan teman sekerja sehingga ia (pekerja) mengalami kecelakaan.
3. Tanggungan pekerja, karena menganggap perusahaan merasa sudah membayar (menggaji) maka resiko kecelakaan menjadi tanggungan pekerja.
4. Karena pekerja mengalami kelalaian, sehingga terjadi kecelakaan.
Tidak hanya upah besar yang mejadi tolok ukur dalam menentukan jenis pekerjaan. Keselamatan kerja adalah hal yang seharusnya juga menjadi prioritas.
Apalah artinya gaji yang besar jika keselamatan diri tergadaikan? Bukankah kita tidak akan menikmatinya jika nyawa atau kesehatan kita terancam?
Perlu Anda ketahui, dua hal terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kerja antara lain :
  • Perilaku yang tidak aman dan
  • Kondisi lingkungan yang tidak aman
Meski demikian, berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja, penyebab kecelakaan yang pernah terjadi hingga menyebabkan keselamatan kerja terganggu, hingga saat ini lebih diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman dengan factor sebagai berikut:
1.     Sembrono dan tidak hati - hati
2.     Tidak mematuhi peraturan
3.     Tidak mengikuti standar prosedur kerja
4.     Tidak memakai alat pelindung diri
5.     Kondisi badan yang lemah
Persentase penyebab kecelakaan kerja yaitu 3% dikarenakan sebab yang tidak bisa dihindarkan, seperti bencana alam. Faktor lain yang mengganggu keselamatan kerja 24% disebabkan lingkungan atau peralatan yang tidak memenuhi syarat dan 73% karena perilaku yang tidak aman.
Tentu saja, cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah disebutkan di atas.

Keselamatan kerja
Kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta praktiknya yang bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik fisik, mental, maupun sosial, dengan usaha preventif dan kuratif, terhadap penyakit/gangguan kesehatan yang diakihatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan keija, serta penyakit umum.
Tindakan keselamatan kerja bertujuan untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan, baik jasmani maupun rohani manusia, serta hasil kerja dan budaya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Keselamatan kerja manusia secara terperinci antara meliputi : pencegahan terjadinya kecelakaan, mencegah dan atau mengurangi terjadinya penyakit akibat pekerjaan, mencegah dan atau mengurangi cacat tetap, mencegah dan atau mengurangi kematian, dan mengamankan material, konstruksi, pemeliharaan, yang kesemuanya itu menuju pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan umat manusia.

1) Menunjang terlaksananya tugas-tugas pemerintah, khususnya di bidang peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan tenaga kerja di perusahaan, industri, perkebunan, pertanian yang meliputi di antaranya tentang penanganan keselamatan kerja.

2)Menuju tercapainya keragaman tindak di dalam menanggulangi masalah antara lain keselamatan kerja.

Standar Keselamatan Kerja
Pengamanan sebagai tindakan keselamatan kerja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan digolongkan sebagai berikut:

a) Pelindung badan, meliputi pelindung mata, tangan, hidung, kaki, kepala, dan telinga.
b) Pelindung mesin, sebagai tindakan untuk melindungi mesin dari bahaya yang mungkin timbul dari luar atau dari dalam atau dari pekerja itu sendiri
c) Alat pengaman listrik, yang setiap saat dapat membahayakan.
d) Pengaman ruang, meliputi pemadam kebakaran, sistem alarm,
air hidrant, penerangan yang cukup, ventilasi udara yang baik,
dan sebagainya.
ANOTOMI KECELAKAAN
Beberapa energi yang sering menimbulkan kecelakaan adalah :
  • Terbentur / tertabrak suatu benda.
  • Terbentur / tertabrak banda/alat yang bergerak.
  • Jatuh ke tingkat yang lebih rendah.
  • Jatuh pada tingkat yang sama (tergelincir, tersandung, terpeleset).
  • Terjepit ke dalam barang yang berputar.
  • Terjepit diantara dua benda.
  • Kontak dengan listrik, panas, dingin, radiasi, bahan beracun dan sebagainya.
Perbuatan / tindakan yang sub standar :
  • Menjalankan peralatan yang bukan tugasnya.
  • Gagal memberikan peringatan.
  • Menjalankan mesin/peralatan/kendaraan melebihi kecepatan.
  • Membuat alat pengaman tidak berfungsi.
  • Menggunakan peralatan rusak.
  • Tidak memakai alat pelindung diri.
  • Pemuatan yang tidak memadai.
  • Penempatan sesuatu yang tidak memadai.
  • Posisi kerja yang tidak tepat.
  • Melakukan perbaikan mesin saat masih berjalan.
  • Bersenda gurau.
  • Berada dalam pengaruh obat – obatan atau alkohol.
Kondisi yang sub standar :
  • Pengaman yang tidak memadai.
  • Alat pelindung diri tak memadai.
  • Alat, peralatan atau bahan yang telah
  • Gerak yang tidak leluasa.
  • Sistem tanda bahaya tidak memadai.
  • Tata graha yang jelek.
  • Lingkungan kerja yang mengandung bahaya (uap/gas, bising, radiasi, suhu, ventilasi kurang baik, dsb.)
Faktor Manusia :
  • Kurang pengetahuan.
  • Kurang terampil.
  • Motivasi kurang baik.
  • Stress fisik atau mental
Faktor pekerjaan :
  • Kepemimpinan dan atau kepengawasan kurang tepat.
  • Engineering kurang memadai.
  • Pembelian kurang memadai.
  • Maintenance kurang memadai.
  • Alat dan peralatan kurang memadai.
  • Standar kerja kurang tepat.
  • Aus dan retak akibat pemakaian.


JENIS-JENIS KECELAKAAN KERJA
Jenis-jenis kecelakaan pada beberapa bidang industry :
1. terjepit, terlindas
2. teriris, terpotong
3. jatuh terpeleset
4. tindakan yg tidak benar
5. tertabrak
6. berkontak dengan bahan yang berbahaya
7. terjatuh, terguling
8. kejatuhan barang dari atas
9. terkena benturan keras
10. terkena barang yang runtuh, roboh

Ø Elektronik (manufaktur) :
1. teriris, terpotong
2. terlindas, tertabrak
3. berkontak dengan bahan kimia
4. kebocoran gas
5. Menurunnya daya pendengaran,daya penglihatan

Ø Produksi metal (manufaktur) :
1. terjepit, terlindas
2. tertusuk, terpotong, tergores
3. jatuh terpeleset

Ø Petrokimia (minyak dan produksi batu bara, produksi karet, produksi karet, produksi plastik) :
1. terjepit, terlindas
2. teriris, terpotong, tergores
3. jatuh terpelest
4. tindakan yang tidak benar
5. tertabrak
6. terkena benturan keras

Ø Konstruksi :
1. jatuh terpeleset
2. kejatuhan barang dari atas
3. terinjak
4. terkena barang yang runtuh, roboh
5. berkontak dengan suhu panas,
suhu dingin
6. terjatuh, terguling
7. terjepit, terlindas
8. tertabrak
9. tindakan yang tidak benar
10. terkena benturan keras.


Ø Produksi alat transportasi bidang reparasi :
1. terjepit, terlindas
2. tertusuk, terpotong, tergores
3. terkena ledakan


BERBAGAI MACAM CONTOH KECELAKAAN KERJA PADA BIDANG INDUSTRI

Kecelakaan industry


Jenis Bencana

Salah satu masalah yang hampir setiap hari terjadi di tempat kerja adalah kecelakaan yang menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti kerusakan peralatan kerja, cedera tubuh, kecacatan bahkan kematian. Apabila kematian menyangkut banyak nyawa, maka yang terjadi adalah bencana.
Bencana di industri (industrial disasters) dikategorikan sebagai bencana karena ulah manusia. Sesuai dengan jumlah korban yang terjadi misalnya sekitar 20 korban disebut industri berskala kecil, 20 sampai 50 korban disebut bencana industri skala menengah dan bila menyangkut 50 - 100 orang atau lebih termasuk skala berat. 
Definisi Kecelakaan adalah kejadian yang timbul tiba-tiba, tidak diduga dan tidak diharapkan.
Kecelakaan industri adalah kejadian kecelakaan yang terjadi di tempat kerja khususnya di lingkungan industri dan kecelakaan ini belum tentu kecelakaan akibat kerja, karena untuk sampai ke diagnosa Kecelakaan Akibat Kerja harus melalui prosedur investigasi. Didalam terjadinya kecelakaan industri (studi kasus 3) tidak ada unsur kesengajaan apalagi direncanakan, sehingga bila ada unsur sabotase atau tindakan kriminal merupakan hal yang diluar makna dari kecelakaan industri.
Penyebab Kecelakaan Industri
Setiap kecelakaan ada sebabnya, termasuk kecelakaan di industri, oleh karena itu kecelakaan dapat dicegah. Secara umum terdapat 2 hal pokok, yaitu: perilaku kerja yang berbahaya (unsafe human act) dan kondisi yang berbahaya (unsafe conditions). Dari penelitian-penelitian yang telah sering dilakukan ternyata faktor manusia memegang peran penting dalam hal timbulnya kecelakaan. Penelitian menyatakan bahwa 80% - 85% kecelakaan disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan factor manusia.
Adapun jenis kecelakaan yang terjadi sangat bergantung pada macam industrinya, misalnya bahan dan peralatan kerja yang dipergunakan, proses kerja, kondisi tempat kerja, bahkan pekerja yang terlibat di dalamnya. Semuanya ini termasuk hal-hal yang dapat/berpotensi membahayakan para pekerja lazim disebut sebagai potensial (potential hazard).  
Bahaya potensial di tempat kerja/di industri dapat berupa : bahaya-bahaya fisik, kimia, biologi, masalah ergonomi, dan masalah psikososial.
Akibat kecelakaan Industri
Sebagai akibat dari kecelakaan industri terjadi 5 jenis kerugian: kerusakan, kekacauan organisasi, keluhan dan kesedihan, kelainan dan kecacatan, serta kematian.
Penanganan Kecelakaan Industri
Dokter perusahaan harus dapat memperhatikan berbagai faktor penting dalam merencanakan penanganan kecelakaan di industri. Dia harus dapat menentukan kemungkinan kecelakaan yang biasa terjadi pada suatu industri jenis dan jumlah tenaga yang dibutuhkan, berbagai peralatan dan bahan yang siap pakai termasuk kendaraan untuk penanganan kecelakaan yang mungkin terjadi. Pelaksanaannya akan menyangkut lintas program, lintas sektor terkait dan juga tim kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan (panitia pembina K3), serta perundang-undangan dan peraturan yang berlaku. Perencanaan ini harus jelas, singkat tetapi lengkap serta meliputi seluruh kegiatan yang diperlukan pada saat pelaksanaan. Tugas dan peran personil yang terlibat harus jelas, termasuk sosialisasi rutin kepada pihak industri.

KECELAKAAN DI PABRIK PERUSAHAAN MANUFACTURING
Kecelakaan kerja memang sering terjadi, namun apa jadinya bila kecelakaan kerja ini sampai merengut korban jiwa?
Pada gambar ini terlihat kecelakaan kerja yang dialami karyawan pabrik perusahan manufacturing pada tahun 2002 di semarang.
Pada gambar ini terlihat jelas akibat kecelakaan kerja yang di sebabkan karena pekerja tidak memakai alat pelindung diri (APD). Sehingga ketika mesin pemotong tersebut mengenai organ tubuhnya, pekerja tersebut tidak dapat menghindarinya.
Maka berhati-hatilah dalam bekerja, ingat kedisiplinan itu penting.




       

 

  

KECELAKAAN DI AREA PERTAMBANGAN



Tambang Batu Bara Meledak
Sepuluh Tewas, 32 Terkubur
Kejadian ini terjadi di Sawahlunto (Suara Karya): Sedikitnya sepuluh orang pekerja tewas akibat meledaknya sebuah pertambangan batu bara di Ngalau Cigak, Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (16/6) sekitar pukul 10.30 WIB. Jumlah korban tewas kemungkinan bisa bertambah karena masih ada 32 korban lainnya yang terperangkap di dalam lubang penambangan yang dekat dengan perbatasan Kabupaten Sijunjung itu.
Menurut seorang mantan karyawan PT TBA, Indra Yosep, ledakan tambang batu bara yang menelan sejumlah jiwa manusia itu diduga akibat arus pendek generator listrik yang digunakan untuk penerangan lampu dan menghidupkan alat pengangkut batu bara dari dalam lubang.
Wali Kota Sawahlunto Amran Nur mengungkapkan, di antara korban yang belum ditemukan terdapat anak kecil bernama Edi yang diduga turut menjadi korban. Bocah itu ikut bekerja di dalam tambang bersama orangtuanya, Ipul.
Sementara itu, sembilan orang dinyatakan berhasil selamat. Dua di antaranya kritis, sementara tujuh luka ringan. Umumnya korban menderita luka bakar di sekujur tubuh.
Korban selamat yang bernama Afriadi (19) dan Son (61) mengungkapkan, saat peristiwa terjadi mereka hanya merasakan angin panas kuat menerjang. Saat itu mereka berada di pintu gua. Terjangan angin yang kuat dan panas itu membuat mereka terlempar. "Kemudian saya mendengar gemuruh dinding gua runtuh," kata Son.
Selain korban di dalam lubang, ada juga sejumlah korban yang saat terjadi ledakan berada di luar lubang. Dua orang luka berat, seorang luka sedang, serta lima orang luka ringan. Semuanya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawahlunto.
Tim SAR kesulitan memasuki lubang tambang sedalam sekitar 30 meter itu. Pasalnya, selain banyak debu dan cuaca gelap, kekurangan oksigen juga menjadi persoalan. Sebelumnya, empat anggota SAR dibantu dua warga sempat kehabisan oksigen dan memutuskan keluar dari lubang.
Upaya pencarian dan evakuasi korban dilakukan para pekerja tambang lainnya yang lebih mengetahui seluk-beluk dalam lubang. Tim SAR gabungan, termasuk dari PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (TBA) wilayah Ombilin dan aparat kepolisian, juga ikut ambil bagian.
Menurut seorang mantan karyawan PT TBA, Indra Yosep, ledakan tambang batu bara yang menelan sejumlah jiwa manusia itu diduga akibat arus pendek generator listrik yang digunakan untuk penerangan lampu dan menghidupkan alat pengangkut batu bara dari dalam lubang.
Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Minerba Pabum Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), MS Marpaung di Jakarta, menjelaskan, dugaan sementara, ledakan tersebut akibat gas metana. "Tambang batu bara ini merupakan KP (kuasa pertambangan) berjenis underground (bawah tanah)," katanya.
Untuk sementara, operasi pertambangan tersebut ditutup untuk keperluan penyelidikan. "Kami akan lihat apakah metode penambangan sudah sesuai ketentuan atau tidak. Kami juga akan lihat, apakah ada ventilasi keluarnya gas metana," tutur Marpaung. (Antara/Budi Seno).

Kecelakaan Diakibatkan Kesalahan Kendali Komputer


Pada bulan Juni 1994, sebuah pesawat A320 milik Dragonair di Hongkong menunjukkan kecelakaan yang benar-benar merupakan permasalahan komputer. Ketika mendekati bandara, wingflap harus mengubah posisinya, dari posisi sebelumnya. Pada saat yang sama, pesawat itu sedang terbang dan dilanda angin yang mencegah terjadinya perubahan posisi ini. Kemudian, wingflap berada pasa suatu posisi, dimana logika pengendali menganggap wingflap berada pada posisi sebaliknya. Pesawat mengalami kesulitan selama pendaratan. Berbeda dengan kasus Warsawa, masalah ini dimungkinkan timbul hanya pada kondisi ketika komputer mengendalikan pesawat. Malahan pada kasus lainnya tanpa kondisi tak berfungsinya sistem pada saat yang kritis, masalah komputer telah menyebabkan bencana kecelakaan. Kejadian ini menimpa pesawat Boeing B757 American Airlines yang terbang mendekati Cali, Columbia pada bulan Desember 1995. Pilot telah mengatur ketinggian menuju posisi lebih rendah, dan pada saat yang sama juga berusaha membenarkan rute dengan bantuan perangkat komputer manajemen penerbangan (Flight Management Computer -- FMC ). Para awak pesawat mendapat gambaran yang salah mengenai posisi pesawat pada saat itu dan ditambah komunikasi dengan pengendali lalu lintas udara yang membingunkan. Para awak pesawat kurang berkonsentrasi pada penerbangan dan lebih berkonstrasi pada komputer sebab permasalahan disebabkan pada database navigasi. Digabung dengan fakta bahwa dua perangkat beacon pada saat yang bersamaan menggunakan identitas (ID) dan frekuensi yang sama. Akhrinya pesawat ini terbang menabrak gunung dan 160 nyawa menjadi korban sia-sia.
Berlawanan dengan makin kompleksnya pesawat terbang dan penanganannya, kecelakaan pesawat terbang modern "generasi ketiga" adalah lebih rendah dari sebelumnya, secara kasar dapat dikatakan satu kecelakaan per satu juta penerbangan. Walaupun demikian angka ini harus dikurangi lagi. Untuk itu dibutuhkan pemahanan yang lebih baik mengenai bagaimana komputer berinteraksi dengan komponen sistem yang lainnya, baik mekanik maupun dengan awak pesawat.

KECELAKAAN DI LALU LINTAS
Tahukah Anda bahwa sebagian besar kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya yang terjadi selama ini diakibatkan oleh faktor pengemudi. Data Center for Disease Control menyebutkan hampir 40.000 orang meninggal dalam kecelakaan mobil setiap tahun. Setiap 10 detik, hampir selalu ada korban kecelakaan mobil yang mengalami cedera masuk ke ruang darurat rumah sakit.
     Sementara itu, menurut data National Highway Traffic Safety Administration, enam belas persen dari seluruh angka kecelakaan fatal yang terjadi pada 2008 disebabkan oleh faktor pengemudi.
Jadi, sebaiknya mulai sekarang Anda yang setiap hari selalu mengemudi kendaraan untuk pergi ke kantor, lebih berhati-hati lagi.
Untuk menurunkan risiko Anda mengalami kecelakaan, berikut ini adalah lima hal yang harus Anda perhatikan saat mengemudikan mobil seperti dikutip dari Modern Mom.
1. Tertidur
      US National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) memperkirakan sekitar 100.000 kasus kecelakaan yang dilaporkan ke polisi setiap tahun, penyebab utamanya ialah pengemudi mengantuk atau kelelahan.
    Tertidur sering disebut sebagai "silent killer" karena sering diabaikan sebagai penyebab banyak kecelakaan. Hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kantuk ialah berhenti untuk sementara untuk istirahat, ganti pengemudi, atau istirahat cukup sebelum mengemudi.
    Beberapa orang mencoba untuk memerangi kantuk saat mengemudi dengan membuka jendela atau menyalakan AC, mendengarkan radio, dan minum kafein. Tapi, menurut ahli, cara ini bisa bahaya karena konsentrasi mereka bisa teralihkan.
     Jadi, sebaiknya tidurlah yang cukup, terutama malam sebelum melakukan perjalanan panjang. Ini merupakan satu-satunya cara untuk benar-benar mencegah kantuk.

2. Sambil melakukan banyak aktivitas
    Semua perempuan, khususnya yang telah menjadi ibu rumah tangga, tentu pernah melakukan aktivitas ini saat mengemudi. Misalnya, memakai maskara saat berangkat ke kantor atau makan karena tidak ada waktu untuk berhenti.
    Tahukah Anda, tindakan ini memang tampak tidak berbahaya. Tapi, ini sangat mengganggu dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan.

    Kalau Anda ingin melakukannya, sebaiknya menepi terlebih dulu. Lalu pakailah make-upAnda atau aktivitas lainnya yang ingin Anda lakukan.

3. Minum minuman beralkohol
          Pengemudi yang minum alkohol berpotensi kecelakaan dibanding dengan mereka yang tidak minum. Minuman jenis ini dapat mengganggu fungsi visual dan konsentrasi Anda.

4. Menulis pesan singkat di ponsel
    Ponsel memang memudahkan Anda untuk berkomunikasi di mana pun. Tapi, saat mengemudi, memakai ponsel bisa membahayakan keselamatan Anda di jalan.
    Mengemudi memerlukan perhatian penuh. Membaca, menulis, dan mengirim teks merupakan aktivitas yang berbahaya jika dilakukan saat mengemudi.
    Cara terbaik untuk menghindari godaan mengirim SMS ialah letakkan ponsel Anda dalam posisi diam atau lebih baik lagi letakkan di kursi belakang sehingga jauh dari jangkauan!
5. Jangan emosional
     Jangan emosi saat mengemudi di jalan raya. Sebab, saat emosional, pikiran Anda tidak akan terfokus di jalan. Ketika Anda kesal atau marah saat mengemudi, Anda bisa menjadi lebih agresif dan tidak takut bahaya.
    Jadi, sebaiknya luangkan waktu untuk beberapa saat guna menenangkan diri sebelum mengemudi.
CEDERA IMPALEMENT
 
Cedera impalement biasanya terjadi pada pekerja kontruksi bangunan yang terjatuh dari ketinggian ke sebilah rangka baja. Dan trauma impalement torakoabdominal biasanya disebabkan oleh trauma berkecepatan tinggi.
Setiap bagian tubuh dapat tertusuk benda tajam. Biasanya pasien datang dengan keadaan parah, mengeluhkan nyeri setempat akibat benda asing yang menusuk secara jelas. Jika objek tertinggal, perdarahan dapat ditamponade, yang mempermudah stabilitas hemodinamik, jika objek telah diangkat, maka dapat terjadi perdarahan cepat yang mengancam nyawa.
Impalement terjadi bila objek menembus suatu bagian tubuh dan tetap tertanam pada tubuh.
Penaganan
Setiap pekerja hendaknya dilengkapi dengan APD (Alat Pelindung Diri) sehingga kemungkinan kecil kecelakaan kerja dapat dicegah.
Dasar resusitasi trauma berupa bantuan hidup trauma lanjut (ATLS, advanced trauma life support) harus diterapkan. Status tetanus harus diperbaharui, jika perlu, dan pengobatan dengan antibiotic profilatik harus dimulai di unit gawat darurat. Konsultasi bedah secara dini esensial untuk dilakukan. Objek yang sangat besar mungkin perlu dipotong di tempat kejadian untuk mempermudah transport.


AMPUTASI JARI


DA (Digit Amputation) komplet ditandai dengan jari tangan atau jari kaki yang secara lengkap terlepas dari tubuh, sedangkan DA inkomplet ditandai dengan sebagian jari masih menempel melalui suatu pedikel tetapi sirkulasi arteri telah terganggu. Amputasi ditoleransi dengan lebih baik pada anak daripada orang dewasa. Amputasi bersih jenis Guillotine paling cocok untuk  reimplantasi, tetapi sebagia besar DA disebabkan oleh mekanisme remuk atau avulse. Viabilitas jari yang diamputasi dapat dipertahankan sampai 6 jam pada iskemia hangat dan lebih dari 12 jam pada iskemia dingin.
Pasien dengan amputasi jari DA dating setelah mengalami kecelakaan industri atau pertanian, trauma berkecepatan tinggi, atau serangan senjata tajam.
Penanganan
Pasien harus dinilai untuk cedera lainnya, dan jari harus dibungkus dengan kassa yang dibasahi salin dan ditempatkan di dalam kantong plastik. Kantong tersebut kemudian harus ditempatkan dalam es. Jari jangan dibiarkan membeku. Pasien harus ditransfer ke pusat reimplantasi jika rumah sakit tidak memiliki layanan tersebut. Usaha menyambung jari harus dilakukan di pusat spesialisasi reimplantasi. Urutan reimplantsi pertama-tama adalah tulang, diikuti tendo, arteri, vena, dan kemudian saraf. Seluruh tempat harus dibungkus dengan pembalut kompresi, dan dengan atau tanpa tendur kulit. Profilaksis tetanus harus dinyatakan dan diperbaharui jika perlu, serta antibiotik perenteral hharus diberikan. 




hirarki safety
ANALISA KECELAKAAN KERJA ,
 Salah satu akibat sampingan dari perkembangan teknologi yang merugikan terwujud dalam bentuk kecelakaan. Karena sifat kecelakaan adalah merugikan, oleh karena itu harus dicegah. Timbul suatu pertanyaan “Apakah kecelakaan dapat dicegah?”. Bila diamati dengan seksama, bahwa setiap kecelakaan itu pasti ada penyebabnya maka kecelakaan dapat dicegah.

Mencegah Terjadinya Kecelakaan
Tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan adalah hal yang lebih penting dibandingkan dengan mengatasi terjadinya kecelakaan. Kecelakaan dapat dicegah dengan menghindarkan sebab-sebab yang bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Tindakan pencegahan bisa dilakukan dengan cara penuh kehati-hatian dalam melakukan pekerjaan dan ditandai dengan rasa tanggung jawab. Mencegah kondisi kerja yang tidak aman, mengetahui apa yang harus dikerjakan dalam keadaan darurat, maka segera melaporkan segala kejadian, kejanggalan dan kerusakan peralatan sekecil apapun kepada atasannya. Kerusakan yang kecil atau ringan jika dibiarkan maka semakin lama akan semakin berkembang dan menjadi kesalahan yang serius jika hal tersebut tidak segera diperbaiki. Tindakan pencegahan terjadinya kecelakaan harus dilakukan dengan rasa bertanggung jawab sepenuhnya terhadap tindakan keselamatan kerja.
Peralatan perlindungan anggota badan dalam setiap bekerja harus selalu digunakan dengan menyesuaikan sifat pekerjaan yang dilakukan.beberapa alat pelindung keamanan anggota badan, terdiri dari pelindung mata, kepala, telinga, tangan, kaki dan hidung. Penggunaan alat pelindung ini disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dikerjakan. Sebagai contoh pelindung mata, pakailah kaca mata atau gogles untuk melindungi dari sinar yang kuat, loncatan bunga api, loncatan logam panas dan sebagainya.

Cara pengendalian ancaman bahaya kesehatan kerja

1. Pengendalian teknik: mengganti prosedur kerja, menutup mengisolasi bahan berbahaya, menggunakan otomatisasi pekerjaan, menggunakan cara kerja basah dan ventilasi pergantian udara.
2. Pengendalian administrasi: mengurangi waktu pajanan, menyusun peraturan keselamatan dan kesehatan, memakai alat pelindung, memasang tanda – tanda peringatan, membuat daftar data bahan-bahan yang aman, melakukan pelatihan sistem penangganan darurat.
3. Pemantauan kesehatan : melakukan pemeriksaan kesehatan.

KESIMPULAN DAN SARAN
          Salah satu akibat sampingan dari perkembangan teknologi yang merugikan terwujud dalam bentuk kecelakaan. Karena sifat kecelakaan adalah merugikan, oleh karena itu harus dicegah.
Kecelakaan kerja ialah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusi dan atau harta benda.
 Keselamatan kerja bisa terwujud bilamana tempat kerja itu aman. Dan tempat kerja adalah aman, kalau bebas dari risiko terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan si pekerja cedera atau bahkan mati. Kesehatan kerja dapat direalisasikan karena tempat kerja dalam kondisi sehat.Tempat kerja bisa dianggap sehat, kalau bebas dari risiko terjadinya gangguan kesehatan atau penyakit (occupational diseases) sebagai akibat kondisi kurang baik di tempat kerja.
Di seluruh dunia terjadi banyak kecelakaan di tempat kerja. Tidak dapat diragukan, hal itu merupakan akibat langsung dari cara berproduksi yang disebut industri dan penggunaan teknologi canggih.
Tindakan keselamatan kerja bertujuan untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan, baik jasmani maupun rohani manusia, serta hasil kerja dan budaya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Keselamatan kerja manusia secara terperinci antara meliputi : pencegahan terjadinya kecelakaan, mencegah dan atau mengurangi terjadinya penyakit akibat pekerjaan, mencegah dan atau mengurangi cacat tetap, mencegah dan atau mengurangi kematian, dan mengamankan material, konstruksi, pemeliharaan, yang kesemuanya itu menuju pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan umat manusia.
Selain itu, setelah terjadi kecelakaan kerja, pemilik usaha wajib memberikan subsidi kecelakaan kerja. Apabila pemilik usaha tidak mendaftarkan tenaga kerjanya ikut serta asuransi tenaga kerja sesuai dengan UU Standar Ketenagakerjaan, maka pemilik usaha akan dikenakan denda.

DAFTAR PUSTAKA
Ø Jackson EA. The V-Y plasty in the treatment of fingertip amputasion. Am Fam Physician 2001;64:455-458
Ø Kelly IP Tttwood SEA, Quilan W, Fox MJ. The manajement of impalement injuri. Injuri 1995 ;26:191-193
Ø Koran baru. Com
Ø Magazine .Com


LAMPIRAN GAMBAR

 

 Jenis Bencana
http://www.kaltimpost.co.id/uploads/berita/dir30012009/img300120091281111.jpg  http://rejekidr.files.wordpress.com/2010/02/mobil-kecelakaan.jpg?w=300&h=180

 
 


1 komentar: