BAB
I
PENDAHULUAN
Dewasa
ini banyak sekali penyakit baru yang timbul yang penyebab kemunculannya sangat
beragam. Tidak semua penyakit disebabkan oleh virus, bakteri, kuman, atau
penyebab lain yang berasal dari lingkunngan luar tubuh kita. Namun banyak juga
kasus pesakitan yang timbul karena faktor keturunan yang disebabkan oleh gen
pembawa. Gen pembawa ini sebenarnya tidak akan berpengaruh begitu besar jika
kita hidup dengan pola hidup sehat.
Penyakit ini dapat disebabkan oleh
pergaulan. Penyakit ini menyerang batin atau kejiwaan seseorang dan erat
hubungannya dengan perilaku seksual yang menyimpang, dan dapat menimpa pada
semua orang. Penyakit ini disebut sebagai penyakit kelainan seksual. Banyak
macam bentuk penyakit kelainan seksual yang terjadi di dunia ini. Dan dampak
terhadap kehidupan sosialnya juga sangat beragam.
Kelainan seksual nama lainnya adalah
homoseksualitas yaitu rasa ketertarikan romantic dan atau seksual atau perilaku
antara individu berjenis kelamin atau gender yang sama. Sebagai orientasi seksual,
homoseksualitas mengacu kepada "pola berkelanjutan atau disposisi untuk
pengalaman seksual, kasih sayang, atau ketertarikan romantis" terutama
atau secara eksklusif pada orang dari jenis kelamin sama, "Homoseksualitas
juga mengacu pada pandangan individu tentang identitas pribadi dan sosial
berdasarkan pada ketertarikan, perilaku ekspresi, dan keanggotaan dalam
komunitas lainnya itu. Homoseksualitas adalah salah satu dari tiga kategori utama
orientasi seksual, bersama dengan biseksualitas dan heteroseksualitas, dalam kontinum
heteroseksual-homoseksual gangguan atau kelainan seksual yang ditandai
dengan keinginan untuk melakukan hubungan seksual yang diluar
batas. Sehingga keinginan seks sulit dan bahkan tidak bisa dikendalikan.
BAB
II
PEMBAHASAN
Penyimpangan Perilaku Seksual
Manusia
itu diciptakan Tuhan sebagai makhkluk sempurna, sehingga mampu mencintai
dirinya (autoerotik), mencintai orang lain beda jenis (heteroseksual) namun
juga yang sejenis (homoseksual) bahkan dapat jatuh cinta makhluk lain ataupun
benda, sehingga kemungkinan terjadi perilaku menyimpang dalam perilaku seksual
amat banyak .
Manusia
walaupun diciptakannya sempurna namun ada keterbatasan, misalnya manusia itu
satu-satunya makhluk yang mulut dan hidungnya tidak mampu menyentuh genetalianya.
Hal itu sangat berbeda dengan hewan, hampir semua hewan mampu mencium dan
menjilat genetalianya, kecuali Barnobus (sejenis Gorilla) yang sulit mencium
genetalianya. Barnobus satu-satunya jenis apes (monyet) yang bila bercinta
menatap muka pasangannya, sama dengan manusia. Kelainan seks terjadi pada batin
atau kejiwaan seseorang walaupuan dari segi fisik penderita penyakit seks batin
tersebut sama dengan orang-orang normal yang lain.
Bentuk-bentuk
penyimpangan seksual tersebut tidak selamanya ditolak oleh lingkungan
masyarakat di sekitarnya. Ada wilayah-wilayah yang melegalkan ketidaknormalan
aktivitas seksual yang terjadi dan ada pula yang malakukan penolakan secara
tegas setiap bentuk kelainan seksual.
2.1 Macam - Macam Penyimpangan Seksual
Penyimpangan
seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan
kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Penyebab terjadinya kelainan ini
bersifat psikologis atau kejiwaan, seperti pengalaman sewaktu kecil, dari
lingkungan pergaulan, dan faktor genetik. Berikut ini macam-macam bentuk
penyimpangan seksual:
1.
Homoseksual
Homoseksual
adalah kelainan seksual berupa disorientasi pasangan seksualnya. Disebut gay
bila penderitanya laki-laki dan lesbi untuk penderita perempuan.
2.
Sadomasokisme
Dalam
hal ini kepuasan seksual diperoleh bila mereka melakukan hubungan seksual
dengan terlebih dahulu menyakiti atau menyiksa pasangannya. Sedangkan masokisme
seksual merupakan kebalikan dari sadisme seksual. Seseorang dengan sengaja
membiarkan dirinya disakiti atau disiksa untuk memperoleh kepuasan seksual.
3.
Ekshibisionisme
Penderita
ekshibisionisme akan memperoleh kepuasan seksualnya dengan memperlihatkan alat
kelamin mereka kepada orang lain yang sesuai dengan kehendaknya. Kondisi begini
sering diderita pria, dengan memperlihatkan penisnya yang dilanjutkan dengan
masturbasi hingga ejakulasi.
4.
Voyeurisme
Istilah
voyeurisme (disebut juga scoptophilia) berasal dari bahasa Prancis yakni vayeur
yang artinya mengintip. Penderita kelainan ini akan memperoleh kepuasan seksual
dengan cara mengintip atau melihat orang lain yang sedang telanjang, mandi atau
bahkan berhubungan seksual. Ejakuasinya dilakukan dengan cara bermasturbasi
setelah atau selama mengintip atau melihat korbannya. Dengan kata lain, kegiatan
mengintip atau melihat tadi merupakan rangsangan seksual bagi penderita untuk
memperoleh kepuasan seksual.
5.
Fetishisme
Fatishi
berarti sesuatu yang dipuja. Jadi pada penderita fetishisme, aktivitas
seksualnya disalurkan melalui bermasturbasi dengan BH (breast holder), celana
dalam, kaos kaki, atau benda lain yang dapat meningkatkan hasrat atau dorongan
seksual. Sehingga, orang tersebut mengalami ejakulasi dan mendapatkan kepuasan.
6.
Pedophilia / Pedophil / Pedofilia / pedofil
Adalah
orang dewasa yang yang suka melakukan hubungan seks atau kontak fisik yang
merangsang dengan anak di bawah umur.
7.
Bestially
Bestially
adalah manusia yang suka melakukan hubungan seks dengan binatang seperti
kambing, kerbau, sapi, kuda, ayam, bebek, anjing, kucing, dan lain sebagainya.
8.
Incest
Adalah
hubungan seks dengan sesama anggota keluarga sendiri non suami istri seperti
antara ayah dan anak perempuan dan ibu dengna anak cowok
9.
Necrophilia / Necrofil
Adalah
orang yang suka melakukan hubungan seks dengan orang yang sudah menjadi mayat
atau orang mati.
10.
Zoophilia
Zoofilia
adalah orang yang senang dan terangsang melihat hewan melakukan hubungan seks
dengan hewan.
11.
Sodomi
Sodomi
adalah pria yang suka berhubungan seks melalui dubur pasangan seks baik pasangan
sesama jenis (homo) maupun dengan pasangan perempuan.
12.
Frotteurisme / Frotteuris
Yaitu
suatu bentuk kelainan sexual di mana seseorang laki-laki mendapatkan kepuasan
seks dengan jalan menggesek-gesek atau menggosok-gosok alat kelaminnya ke tubuh
perempuan di tempat public atau umum seperti di kereta, pesawat, bis, dll.
13.
Gerontopilia
Gerontopilia
adalah suatu perilaku penyimpangan seksual dimana sang pelaku jatuh cinta dan
mencari kepuasan seksual kepada orang yang sudah berusia lanjut.
Keluhan
awalnya adalah merasa impoten bila menghadapi istri atau suami sebagai pasangan
hidupnya, karena merasa tidak tertarik lagi . Gairah seksualnya kepada pasangan
yang sebenarnya justru bisa bangkit lagi jika ia telah bertemu dengan idamannya
(kakek/nenek).
14.
Wanita Pria / Waria
Gejala
waria adalah bagian dari aspek sosial transgenderisme . Seorang laki-laki
memilih menjadi waria dapat terkait dengan kondisi biologisnya hermafroditisme
, orientasi seksual homoseksualitas , maupun akibat pengondisian lingkungan
pergaulan. Sebutan bencong atau banci juga berlaku terhadap waria dan bersifat
negatif.
Adapun
Kategori Perilaku Seksual yang Menyimpang, Perilaku seksual yang menyimpang dapat
dilihat dari tiga kategori:
1. Dari cara penyaluran
dorongan seksualnya:
Masochisme
X sadisme : Mendapatkan kepuasan dengan siksaan secara fisik atau mental, Eksibitionisme
: Mendapatkan kepuasan seks dengan memperlihatkan alat kelaminnya kepada orang
lain, Scoptophilia : Mendapatkan kepuasan seks dari melihat aktivitas seksual,
Yoyeurisme : Mendapatkan kepuasan seks dengan melihat orang telanjang, Troilisme
: Perilaku seks yang membagi partner seksual dengan orang lain sementara orang
lain menonton. Biasanya pasangan yang melakukan aktivitas seksual pada waktu
dan tempat yang sama sehingga bisa saling menonton, Transvestisme : Mendapatkan
kepuasan seks dengan memakai pakaian dari lawan jenisnya, Seksualoralisme :
Mendapatkan kepuasan seks dari aplikasi mulut pada genitilia partnernya, Sodomi
atau seksual analisme : Mendapatkan kepuasan seks dengan melakukan hubungan
seksual melalui anus.
2. Dari orientasi atau
sasaran seksual yang menyimpang
Pedophilia
merupakan Seseorang yang dewasa mendapat kepuasan seks dari hubungan dengan
anak-anak, Bestiality seperti Mendapatkan kepuasan seks dari hubungan dengan
binatang, zoophilia yaitu Mendapatkan kepuasan dengan melihat aktivitas seksual
dari binatang, Necriphilia adalah Mendapatkan kepuasan seks dengan melihat
mayat, coitus dengan mayat, Pornography seperti Mendapatkan kepuasan seks
dengan melihat gambar porno lebih terpenuhi dibandingkan dengan hubungan
seksual yang normal, Fetishisme : Pemenuhan dorongan seksual melalui pakaian
dalam lawan jenis, Frottage : Mendapatkan kepuasan seks dengan meraba orang
yang disenangi dan biasanya orang tersebut tidak mengetahuinya, Saliromania :
biasanya pada pria yang mendapatkan kepuasan seks dengan mengganggu atau
mengotori badan atau pakaian dari partnernya, Gerontoseksuality : Seorang
pemuda lebih senang melakukan hubungan seks dengan perempuan yang berusia
lanjut, Incest : Hubungan seksual yang dilakukan antara dua orang yang masih
satu darah, Obscentity : Mendapatkan kepuasan seks dengan mendengarkan kata
atau gerak gerik dan gambar yang dianggap menjijikkan, Mysophilia, coprophilia
dan Urophilia yaitu Senang pada kotoran, faeces dan urine, Masturbasi sepeti Mendapatkan
kepuasan seks dengan merangsang genitalnya sendiri.
3. Dilihat dari tingkat
penyimpangan, keinginan, dan kekuatan dorongan seksual seperti Nymphomania :
Seorang wanita yang memiliki keinginan seks yang luar biasa atau yang harus
terpenuhi tanpa melihat akibatnya, Satriasis : Keinginan seksual yang luar
biasa dari seorang pria, Promiscuity dan prostitusi : Mengadakan hubungan
seksual dengan banyak orang, Perkosaan : Mendapatkan kepuasan seksual dengan
cara paksa.
2.2 Gangguan Seksual
Beberapa
gangguan seksual bisa berhubungan dengan penyimpangan perilaku seksual, yaitu:
1.Ganguan
identitas jenis
2.
Parafilia (deviasi seks)
3.
Disfungsi psikoseksual
4.
Ganguan seksula pada remaja
Adapun
ciri-ciri kelainan seksual, seperti apakah ciri-ciri orang yang mengalami
kelainan hiperseks. Sebagai berukut ciri-cirinya :
- Tidak ada rasa puas saat
berhubungan seks, walaupun ia sudah mengalami orgasme. Inilah terkadang
yang membuat pria hiperseks tak puas dengan satu wanita.
- Hasrat seks tidak bisa ditunda.
- Tidak bisa mengontrol keinginan
seks.
- Mempunyai kesukaan yang
berlebihan dengan hal-hal yang berhubungan dengan seks
Agar tehindar dari dari penderitaan
hiperseks hindari kebiasaan yang kurang benar, seperti terlalu sering nonton
filem porno yang mempertontonkan adegan yang sex yang menunjukkan lokon yang
lama serta filem-filem menyimpang lainnya. hindari juga minum
obat kuat seks yang diluar batas wajar. atau bila ingin puas, standarnya hubungan
dilakukan selama 30 menit.
2.3 Dampak Varian Seksual
Dampak
yang ditimbulkan dari penyakit kelainan seksual itu tersebut adalah
- Misalnya
seks bebas, jika kita sering melaakukan hal tersebut pada ke sembarang
orang atau siapapun kita akan terkena penyakit aids.
- Dampak
dari gay atau homoseksual itu bermacam-macam contoh yang umum adalah
penyakit yang didapat cukup beragam. Zoophilia adalah seorang yangg memiliki
kelainan, mereka merasa bergairah untuk melakukan seks dengan binatang,
hal ini akan menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan manusia atau
keduanya.
- Penyakit
menular seksual contohnya akan muncul dari dampak kelainan seksual karena
melalui hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui
vagina, oral, maupun anal ataupun berbagai perilaku seks menyimpang dapat
menyebabkan infeksi terhadap alat reproduksi. Kebanyakan penyakit menular
seksual membahayakan organ-organ reproduksi, pada wanita dapat
menghancurkan dinding vagina atau leher Rahim biasanya tanpa tanda-tanda
infeksi pada pria akan terinfeksi lebih dulu adalah saluran air kencing.
Adapun
pencegahan gangguan fungsi seksual seperti :
- Slalu
ingat bahwa kehidupan seksual adalah milik bersama dan dibina bersama
pasangan.
- Bersikap
dan bicaralah secara terbuka apa adanya
- Jaga
kesehatan tubuh dan jiwa
- Hindari
gaya hidup tidak sehat, misalnya rokok, stres, kurang tidur, pola makan
tidak baik dan tidak olahraga.
- Jangan
tergoda untuk menggunakan obat atau ramuan yang tidak jelas isi dan
indikasinya
- Jagalah
keseimbangan antara kesibukan dan rileksasi
- Slalu
usahakan untuk memiliki waktu khusus hanya berdua bersama pasangan
- Jangan
melakukan hubungan seksual sebagai hal rutin.
2.4 Gangguan
dan Kelainan Organ Reproduksi
Seperti
halnya organ lain, organ reproduksi manusia juga dapat mengalami gangguan atau
kelainan. Gangguan atau kelainan pada organ reproduksi dapat mempengaruhi
kesuburan (fertilitas) seseorang. Apabila gangguan kesuburan seseorang
menyebabkan terjadinya ketidakhamilan walau tanpa alat kontrasepsi selama satu
tahun, maka kondisi ini dapat disebut sebagai kemandulan (sterilitas). Sterilitas
pada seorang pria dapat disebabkan oleh terjadinya kelainan struktur dan fungsi
organ reproduksi, kelainan sistem hormonal, gangguan peredaran darah pada alat
reproduksi, infeksi pada saluran reproduksi serta faktor imunologi. Sementara
itu, sterilitas pada seorang wanita dapat disebabkan oleh kegagalan pelepasan
sel telur, infeksi, atau kelainan pada saluran telur, serta faktor-faktor lain.
Selain
sterilitas, gangguan maupun kelainan organ reproduksi dapat juga ditunjukkan
dengan terjadinya keguguran yang berulang kali. Apabila kedua hal tersebut
terjadi, maka seorang pria dan wanita perlu melakukan pemeriksaan ACAdan
infeksi TORCH. Pemeriksaan ACA yaitu pemeriksaan kadar antikardiolipin antibodi
dalam darah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kadar ACA, karena kadar ACA
yang tinggi dapat menyulitkan perlekatan hasil pembuahan sel telur di dinding rahim
serta mengganggu perkembangan janin sehingga sering terjadi keguguran.
Sementara
itu, infeksi TORCH merupakan infeksi multiorganisme parasit Toxoplasma gondii,
virus Rubella, Sitomegalo, Herpes simplex, dan bakteri Clamidia. Infeksi ini
bisa menyebabkan kematian janin maupun cacat bawaan pada bayi.
Melihat
berbagai gangguan dan kelainan yang sering terjadi pada sistem reproduksi, maka
para ahli bidang biologi dan kedokteran mencetuskan suatu teknologi dalam
sistem reproduksi.
2.5 Upaya kesehatan masyarakatnya
Upaya
pada kesehatan bisa bersifat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat ( promotif
), pencegahan atau meminimalisasi potensi resiko ( preventif ), pengobatan (
kuratif ) dan pemulihan atau optimalisasi fungsi ( rehabilitatif ).
Secara
umum secara umum kesehatan masyarakat itu mencakup 4 aspek, yaitu promotif,
preventif, kuratif, rehabilitative.
Kegiatannya
yang dilakukan dapat berupa :
Kuratif adalah
upaya menyembuhkan seseorang dari suatu penyakit yang dideritanya, dapat
dilakukan seperti memberikan pengobatan kepada pasien kelainan seksual atau
berbagai usaha pengobatan penyakit yang muncul akibat kelainan seksual seperti
penyakit menular seksual.
Preventif
atau pencegahan suatu kegiatan yang mencegah jangan sampai terkena penyakit
dari kelainan seksual. Menjaga orang yang sehat agar tetap sehat diarahkan pada
lingkungan hidup dan gaya hidup manusia dengan tujuan memperkecil peluang
terjadinya gangguan kesehatan atau sikap dan perilaku mencerminkan kelainan
seksual.
Promotif
dalam promosi kesehatan suatu proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat
dalam memelihara daan meningkatkan kesehatannya selain itu untuk mencapai
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Bentuk upaya pencegahannya berupa :
- Pencegahan
primer yang terdiri dari promosi kesehatan tentang seks education dan
pencegahan khusus tentang penting halnya mengetahui hubungan seksual
dirinya sendiri jangan sampai disalah gunakan, meningkatkan perlindungan
khusus untuk dirinya jangan sampai mencerminkan sikap dan tingkahlaku yang
aneh atau sikap bukan khodratnya untuk sewajarnya tingkahlaku perempuan
atau laki-laki menjaga identitas dirinya sebaik mungkin dan harus percaya
diri bahwa ia dilahirkan dengan begitu sempurna jadi bisa bersyukur atas
nikmat-Nya.
- Pencegahan
sekunder yang terdiri dari diagnosa dini, mengetahui sejauh mana rasa
seksualitas anda yang berpengaruh, pengobatan segera apabila ada
kelainan-kelainan aneh atau ada daya tarik terhadap sesama satu jenis kelamin itu perlu
diperhatikan jangan sampai
menganggap hal itu sepele, mengalami perilaku yang agak menyimpang
terhadap diri anda sendiri misalnya berprilaku menyimpang bukan sesuai
kehidupan biasanya contonya perempuan bersikaplah seperti biasanya
perempuan yang lain dengan sikap yang lebih tenang kebanding laki-laki
yang Nampak bersikap lebih kuat. Kelainan seksual harus dicegah apabila mulai
adanya tanda-tanda bahwa penyakit yang mulai muncul seperti penyakit
menular seksual dengan pengobatan setepat-tepatnya dan jangan sampai menularkan penyakitnya
keorang lain.
- Pencegahan
tersier yang merupakan kegiatan rehabilitasi terhadap perilaku adanya
kelainan seksual. Usaha ini dilakukan
agar penderita kelainannya itu tidak menjadi hambatan sehingga
pasien dapat berfungsi optimal secara fisik, mental dan social. Mengusahakan
sebaik mungkin kehidupannya agar tidak
jadi penghalang. Dengan cara bimbingan kejiwaan dari sipasien
kelainan seksualitas itu sendiri.
Dalam
pendekatan ilmu kesehatan terkini kita menghadapi seseorang yang mengalami
kelainan seksual harus secara halus mengenali dan mengajaknya kompromi agar
dapat terjadi komunikasi atau kerjasama antar para hiperseksual, homoseksual
atau jenis-jenis penyandang kelainan seksual lainnya, apabila ada komunikasi
antar petugas kesehatan, sebagai petugas kesehatan kita akan tahu apa yang
dialami para penderita kelainan seksual itu lewat cerita dan peristiwa
realitanya dengan jelas. Dengan konseling dapat mempernyaman penderita dan kita
sebagai petugas kesehatan akan membantu memecahkan masalah sekaligus pengobatan
untuk para penyandang kelainan seksual.
Dewasa
ini banyak sekali orang penyandang penyakit yang diakibatkan oleh kelainan
seksual tidak terlihat seperti orang kehilangan akal sehat mereka tampak sehat
dan seperti orang-orang lain kebanyakan yang penampilannya sederhana tapi
perilaku mereka yang membedakan, perilaku yang beberapa menyimpang hingga
perilaku yang menonjol apabila mereka merasakan dimana keadaan yang mereka
rasakan terjadi. Contohnya seperti homoseksual kehidupan sehari-harinya terjadi
seperti orangg-orang kebanyakan mereka akan terlihat perilaku menyimpangnya
ketika seorang pria melihat sejenisnya laki-laki yang amat tampan menurut persi
mereka dan kemudian sihomo itu akan merasa terangsang nalurinya ingin melakukan
hubungan seksual itu menandakan seseorang yang homoseksual dengan kata lain
orang itu menderita kelainan seksual.
Didalam
lingkungan sekitar kita mungkin ada penderita kelainan seksual macam-macamnya
seperti apa yang dijelaskan dalam makalah ini, sebagai petugas kesehatan kita
harus peka terhadap apa yang terjadi dalam lingkungan kita dengan ilmu
pengetahuan yang modern semua itu bisa saja terjadi karena adanya perilaku yang
menyimpang, pergaulan bebas, dan banyak faktor yang dapat mempengaruhi
terjadinya kelainan seksual itu sendiri.
Salah
satu yang mujarab perlu diperhatikan untuk tidak terjerebab dalam garis hitam
seperti terjadinya kelainan seksual ini harus antisipasi dalam pergaulan bebas,
lebih mendekatkan diri pada yang maha kuasa karena bisa mempengaruhi apabila
iman kita tidak kuat mungkin saja kita bisa terpengaruh dan masuk pada
pergaulan bebas, bagi yang sudah mempunyai pasangan hidup sebainya setia pada
pasangan anda setiap manusia diciptakan oleh yang maha kuasa berpasang-pasangan
laki-laki dan perempuan untuk memperpanjang hidupnya dan berproduksi dengan
sebaik mungkin.
BAB
III
KESIMPULAN
Penyakit
ini menyerang batin atau kejiwaan seseorang dan erat hubungannya dengan
perilaku seksual yang menyimpang, dan dapat menimpa pada semua orang. Penyakit
ini disebut sebagai penyakit kelainan seksual. Banyak macam bentuk penyakit
kelainan seksual yang terjadi di dunia ini. Dan dampak terhadap kehidupan
sosialnya juga sangat beragam. Kelainan seksual nama lainnya adalah
homoseksualitas yaitu rasa ketertarikan romantic dan atau seksual atau perilaku
antara individu berjenis kelamin atau gender yang sama. Sebagai orientasi seksual, homoseksualitas mengacu kepada
pola berkelanjutan atau disposisi untuk pengalaman seksual, kasih sayang, atau
ketertarikan romantis terutama atau secara eksklusif pada orang dari jenis
kelamin sama, Homoseksualitas juga mengacu pada pandangan individu tentang
identitas pribadi dan sosial berdasarkan pada ketertarikan, perilaku ekspresi,
dan keanggotaan dalam komunitas lainnya itu. Homoseksualitas adalah salah satu
dari tiga kategori utama orientasi seksual, bersama dengan biseksualitas dan heteroseksualitas, dalam kontinum
heteroseksual-homoseksual gangguan atau kelainan seksual yang ditandai
dengan keinginan untuk melakukan hubungan seksual yang diluar
batas. Sehingga keinginan seks sulit dan bahkan tidak bisa dikendalikan. Dampak
yang ditimbulkan dari penyakit kelainan seksual itu tersebut Misalnya seks
bebas, jika kita sering melaakukan hal tersebut pada ke sembarang orang atau
siapapun kita akan terkena penyakit aids.
Penyakit juga dapat disebabkan oleh pergaulan. Penyakit ini
menyerang batin atau kejiwaan seseorang dan erat hubungannya dengan perilaku
seksual yang menyimpang, serta dapat menimpa pada semua orang. Penyakit ini
disebut sebagai penyakit kelainan seksual. Banyak macam bentuk penyakit kelainan
seksual yang terjadi di dunia ini. Dan dampak terhadap kehidupan sosialnya juga
sangat beragam. Didalam lingkungan sekitar kita
mungkin ada penderita kelainan seksual macam-macamnya seperti apa yang
dijelaskan dalam makalah ini, Upaya pada kesehatan bisa bersifat pendidikan dan
pemberdayaan masyarakat ( promotif ), pencegahan atau meminimalisasi potensi
resiko ( preventif ), pengobatan ( kuratif ) dan pemulihan atau optimalisasi
fungsi ( rehabilitatif ). sebagai petugas kesehatan kita harus peka terhadap apa
yang terjadi dalam lingkungan kita dengan ilmu pengetahuan yang modern semua
itu bisa saja terjadi karena adanya perilaku yang menyimpang, pergaulan bebas,
dan banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kelainan seksual itu
sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
http://episentrum.com/search/dampak% 20dari% 20penyakit% 20kelainan%
20seksual