BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Neoplasma adalah massa / jaringan
baru - abnormal yang terbentuk dalam tubuh, mempunyai bentuk dan sifat yang
berbeda dari sel / jaringan asalnya / sesungguhnya. Keadaan ini disebabkan
adanya pertumbuhan dan diferensiasi yang abnormal akibat kerusakan gen
pengaturnya.
Tumor
menurut definisi adalah setiap benjolan yang tidak normal pada tubuh. Tumor
dapat berupa tumor neoplasma dan tumor non-neoplasma.
Kanker adalah penyakit dimana sel-sel ganas beranak-pinak berupa
keturunan yang bersifat ganas pula (Karsono, 2007). Kanker payudara banyak
dijumpai di Indonesia khususnya pada wanita, merupakan kanker terbanyak kedua
setelah kanker mulut rahim. Insiden kanker payudara kira-kira sebanyak 18 per
100.000 penduduk wanita, dengan insiden seluruh kanker di Indonesia
diperkirakan 180 per 100.000 penduduk. Pria juga mungkin mendapat kanker
payudara, dengan kemungkinan 1:100 dari wanita (Haryana dan Soesatyo, 1993).
BAB II
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimanakah
klasifikasi neoplasma?
2. Apakah definisi dan pengertian neoplasma?
3. Apa saja jenis
kanker?
4 . Bagaimanakah sifat sel neoplasma dan gejala umumnya ?
5. Apa saja faktor predisposisi terjadinya carcinoma?
6. Bagaimanakah
epidemiologinya?
7. Bagaimanakah perkembangan dan penyebaran
kanker?
8. Bagaimana pencegahan secara umum?
9. Salah-satu contoh neoplasma?
10. Bagaimanakah penyebab, diagnosa, gejala, pengobatan dan
pencegahan dari ca payudara?
C. TUJUAN PENULISAN
1.Mengetahui klasifikasi neoplasma
2. Mengetahui definisi dan pengertian neoplasma.
3. Mengetahui berbagai jenis kanker
4. Mengetahui sifat sel neoplasma
5. Mengetahui faktor predisposisi
terjadinya carcinoma
6. Mengetahui epidemiologinya
7. Mengetahui perkembangan dan
penyebaran kanker
8. Mengetahui penyebab, diagnosa, gejala,
pengobatan dan pencegahan dari ca payudara
BAB III
A. Klasifikasi
Neoplasma
Dalam penggunaan istilah kedokteran yang umum, neoplasma
sering disebut sebagai tumor. Dalam onkologi (ilmu yang mempelajari tentang
tumor), tumor dikategorikan jinak (benigna) dan ganas (maligna). Tumor ganas
secara kolektif disebut juga sebagai kanker (Kumar dkk, 2007).
Karakteristik
Jinak Ganas
Diferensiasi/ anaplasia Berdiferensiasi baik; struktur
mungkin khas jaringan asal Sebagian tidak memperlihatkan diferensiasi disertai
anaplasia; struktur sering tidak khas Laju pertumbuhan
Biasanya progresif dan lambat Tidak terduga dan mungkin cepat atau lambat
Invasi local Biasanya kohesif dan ekspansif, massa berbatas tegas yang tidak menginvasi atau menginfiltrasi jaringan normal di sekitarnya Invasi lokal, menginfiltrasi jaringan normal di sekitarnya; kadang- kadang mungkin tampak kohesif dan ekspansif
Invasi local Biasanya kohesif dan ekspansif, massa berbatas tegas yang tidak menginvasi atau menginfiltrasi jaringan normal di sekitarnya Invasi lokal, menginfiltrasi jaringan normal di sekitarnya; kadang- kadang mungkin tampak kohesif dan ekspansif
tetapi
dengan jarak mikroskopik
Metastasis Tidak ada Sering ditemukan; semakin besar dan
semakin kurang berdiferensiasi tumor primer, semakin besar kemungkinan
metastasis (Kumardkk,2007).
Klasifikasi neoplasma umumnya dipakai berdasarkan gambaran histologik. Untuk tumor jinak dinamai dengan menambahkan akhiran –oma pada nama sel tempat tumor itu berasal. Tumor ganas dinamai seperti tumor jinak dengan tambahan dibelakangnya. Tumor ganas yang berasal dari jaringan mesenchym disebut sarcoma. Misalnya, tumor ganas jaringan ikat disebut fibro-sarcoma. Tumor ganas yang berasal dari ketiga lapis benih disebut carcinoma. Tumor ganas yang membentuk kelenjar seperti yang terlihat pada gambaran mikroskopik disebut adenocarcinoma dan pembagian lebih lanjut berdasarkan asal alat tubuhnya.
Klasifikasi neoplasma umumnya dipakai berdasarkan gambaran histologik. Untuk tumor jinak dinamai dengan menambahkan akhiran –oma pada nama sel tempat tumor itu berasal. Tumor ganas dinamai seperti tumor jinak dengan tambahan dibelakangnya. Tumor ganas yang berasal dari jaringan mesenchym disebut sarcoma. Misalnya, tumor ganas jaringan ikat disebut fibro-sarcoma. Tumor ganas yang berasal dari ketiga lapis benih disebut carcinoma. Tumor ganas yang membentuk kelenjar seperti yang terlihat pada gambaran mikroskopik disebut adenocarcinoma dan pembagian lebih lanjut berdasarkan asal alat tubuhnya.
(Tjarta
dkk, 1973).
B . Definisi Neoplasma
Neoplasma ialah kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh
sel-sel yang tumbuh terus menerus secara tidak terbatas, tidak berkoordinasi
dengan jaringan sekitarnya, dan tidak berguna bagi tubuh. Dalam klinik, istilah
tumor sering digunakan untuk semua tonjolan dan diartikan sebagai pembengkakan,
yang dapat disebabkan baik oleh neoplasma maupun oleh radang, atau perdarahan.
Neoplasma membentuk tonjolan, tetapi tidak semua tonjolan disebabkan oleh
neoplasma (Tjarta dkk, 1973). Sel- sel neoplasma berasal dari sel- sel yang
sebelumnya adalah sel- sel normal, namun menjadi abnormal akibat perubahan
neoplastik (Price dan Wilson, 2006).
C. Jenis kanker
1. Kanker yang menyerang jaringan konektif, otot, dan jaringan tulang disebut
kanker Sarcoma.
2. Kanker yang tumbuh di
daerah terluar dan terdalam dari permukaan tubuh seperti kulit, permukaan
saluran gastro internal, dan bagian dalam pembuluh darah disebut Carcinoma.
3. Kanker pada saluran
pembentuk darah, saluran vaskular, dan pada jaringan meliputi Lymphoma,
Leukimia, dan Myeloma.
4. Kanker pada jaringan
saraf, meliputi neuroma, glioma, dan neuroblastoma.
D. Bagaimana
kanker menyebar dari satu organ tubuh ke organ tubuh lainnya?
1. Menyebar Melalui
Rongga Tubuh
kanker dapat menembus organ berongga
pada tubuh(misalnya usus, ovarium, dan lainnya) dengan mengadakan invasi dan
kemudian tertanam pada tempat yang baru.
2. Melalui Aliran Limfe
kanker merusak sistem pertahanan tubuh. bila
pertahanan tubuh rusak, maka kelenjar menjadi satu media yang membantu
penyebaran kanker.
3. Melalui Aliran darah
penyebaran melalui pembuluh darah merupakan
hal yang paling ditakuti karena dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh lain,
baik dekat atau jauh.
a. Sifat pertumbuhan yang autonom, tidak mengenal koordinasi
dan batas normal pertumbuhan, umumnya mempunyai sifat pertumbuhan yang lebih
cepat dan tidak homogen.
b. Dapat bergerak amoeboid, yang berakibat
mempunyai kemampuan untuk mengadakan infiltrasi kejaringan sekitarnya dan
metastase jauh.
c. Tidak menjalankan fungsi normalnya, bahkan
kadang-kadang menjalankan fungsi yang sangat berbeda (sindrom paraneoplastik).
Gejala-gejala umum kanker
- Kelelahan secara terus menerus
- Penurunan nafsu makan yang disertai penurunan berat badan yang signifikan
- Demam
- Perubahan pada kulit tubuh
- Timbulnya rasa sakit
- Pembengkakan pada organ tubuh tertentu
- Batuk kronis yang terus menerus
- Keluarnya cairan atau darah tidak normal
F. Faktor Risiko dan
Predisposisi Terjadinya Carcinoma
Faktor predisposisi terjadinya carcinoma:
a. Faktor geografik dan lingkungan
Karsinogen lingkungan banyak ditemukan di lingkungan
sekitar. Contohnya seperti sinar matahari, dapat ditemukan terutama di
perkotaan, atau terbatas pada pekerjaan tertentu. Hal tertentu dalam makanan dilaporkan
mungkin merupakan faktor predisposisi. Termasuk diantaranya merokok dan
konsumsi alkohol kronik.
b. Usia
Secara umum, frekuensi kanker meningkat seiring pertambahan
usia. Hal ini terjadi akibat akumulasi mutasi somatik yang disebabkan oleh berkembangnya
neoplasma ganas. Menurunnya kompetensi imunitas yang menyertai penuaan juga
mungkin berperan.
c. Hereditas
Saat ini terbukti bahwa
pada banyak jenis kanker, terdapat tidak saja pengaruh lingkungan, tetapi juga
predisposisi herediter. Bentuk herediter kanker dapat dibagi menjadi tiga
kategori.
Sindrom kanker herediter, pewarisan satu gen mutannya akan
sangat meningkatkan risiko terjangkitnya kanker yang bersangkutan.
Predisposisinya memperlihatkan pola pewarisan dominan autosomal.
Kanker familial, kanker ini tidak disertai fenotipe penanda
tertentu. Contohnya mencakup karsinoma kolon, payudara, ovarium, dan otak.
Kanker familial tertentu dapat dikaitkan dengan pewarisan gen mutan. Contohnya
keterkaitan gen BRCA1 dan BRCA2 dengan kanker payudara dan ovarium familial.
Sindrom resesif autosomal gangguan perbaikan DNA. Selain
kelainan prakanker yang diwariskan secara dominan, sekelompok kecil gangguan
resesif autosomal secara kolektif memperlihatkan cirri instabilitas kromosom
atau DNA (Kumar dkk, 2007).
Faktor- Faktor Risiko Karsinoma Payudara diantaranya mencakup usia, lokasi geografis, ras, status sosioekonomi, status perkawinan, paritas, riwayat menstruasi, riwayat keluarga, bentuk tubuh, penyakit payudara lain, terpajan radiasi, dan kanker primer kedua (Price dan Wilson, 2006).
Faktor- Faktor Risiko Karsinoma Payudara diantaranya mencakup usia, lokasi geografis, ras, status sosioekonomi, status perkawinan, paritas, riwayat menstruasi, riwayat keluarga, bentuk tubuh, penyakit payudara lain, terpajan radiasi, dan kanker primer kedua (Price dan Wilson, 2006).
Berdasarkan etiologinya, patogenesis karsinogenesis dapat
disebabkan oleh 1) Karsinogen kimiawi, 2) Virus, 3) Karsinogen fisik, 4)
Hormon, dan 5) Kokarsinogen, berupa: Diet, Umur, Keturunan, Rangsang menahun,
dan Trauma (Tjarta dkk, 1973).
G. Epidemiologi kanker
Resiko kanker telah
berubah. Kanker yang tadinya sering ditemukan sekarang jarang
terjadi. Misalnya pada tahun 1930 kanker lambung di AS 4 kali lebih sering ditemukan daripada
sekarang. Mungkin hal ini disebabkan
karena sekarang ini orang lebih sedikit mengkonsumsi makanan yang diasap atau diasamkan.
Sementara itu angka
kejadian kanker paru-paru di AS pada
tahun 1930 adalah 5 dari 100.000 orang
meningkat menjadi 114 dari setiap
100.000 pada tahun 1990, dan angka kejadian ini melambung tinggi pada wanita.
Perubahan ini hampir bisa dipastikan merupakan akibat dari meningkatnya
pemakain rokok sigaret. Merokok sigaret juga meningkatkan kanker mulut.
Meningkatnya resiko kanker mungkin merupakan gabungan dari meningkatnya dan
bertambah lamanya waktu pemaparan terhadap karsinogen dan melemahnya sistem
kekebalan tubuh.
H. Perkembangan dan
penyebaran kanker
Sel kanker terbentuk dari sel yang sehat dengan proses
yang kompleks yang disebut transformasi. Langkah pertama pada proses tersebut
inisiasi, yang mana sebuah perubahan bahan genetik sel (pada DNA dan kadangkala
pada struktur kromosom) memicu sel sel menjadi kanker.
Karsinogen termasuk beberapa bahan kimia, tembakau, virus,
radiasi, dan sinar matahari. Meskipun tidak semua sel rentan terhadap
karsinogen. Cacat genetik pada sel bisa membuat hal itu lebih rentan. Bahkan
iritasi luka kronis bisa membuat sel semakin rentan terhadap karsinogen.
I. Pencegahan Secara
Umum
Cara pencegahan umum kanker adalah mengurangi paparan
terhadap bahan karsinogen, misalnya tidak merokok, menghindari makanan tinggi
lemak, menambah makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah, hidup akif
fisik, mengupayakan berat badan yang ideal, dan hidup dengan pola sehat.
J. Salah-satu contoh
neoplasma
Kanker
payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di
dalam jaringan payudara atau suatu kondisi dimana sel telah kehilangan
pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak
normal, cepat dan tidak terkendali. Setiap tahun lebih dari 185.000 wanita di
deteksi wanita didiangnosa menderita kanker Payudara dan insiden penyakit ini
semakin meningkat dinegara-negara maju. Sekitar 43.500 kematian akibat kanker
payudara setiap tahunnya yang menjadikan penyakit ini sebagai penyebab kematian
terbesar kedua setelah kanker paru pada wanita di Amerika Serikat. Sembilan
puluh persen dari kanker payudara biasanya ditemukan oleh wanita itu sendiri
melalui “pemeriksaan payudara sendiri”. . Meskipun
belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya kanker payudara, akan tetapi banyak
factor yang diperkirakan mempengaruhi terjadinya kanker payudara.
Diantaranya adalah factor resiko dan
genetis. Factor genetis disebabkan karena keturunan sedangkan factor resiko
adalah reproduksi yang terjadi di kalangan remaja saat menarche dan terjadinya
menopause pada wanita tua. Factor kedua adalah penggunaan hormone. Factor
ketiga adalah wanita yang memiiki penyakit fibrokistik. Ketiga adalah
kegemukan. Keempat konsumsi lemak yang berlebihan dan yang terakhir adalah
radiasi ionisasi.
Patofisiologi
Beberapa
jenis kanker payudara sering menunjukkan disregulasi hormon HGF dan onkogen
Met, serta ekspresi
berlebih enzim
PTK-6
Epidemiologi kanker payudara
Jumlah penderita kanker payudara di seluruh dunia terus mengalami
peningkatan, baik pada daerah dengan insiden tinggi di negara-negara Barat
maupun pada insiden rendah seperti di banyak daerah di Asia. Satu laporan
penelitian pada tahun 1993 memperkirakan bahwa jumlah kasus barn di seluruh
dunia pada tahun 1985 mencapai 720.000 orang: 422.000 di negara maju dan
298.000 di negara sedang berkembang.
Angka insiden tertinggi
dapat ditemukan pada be-berapa daerah di Amerika Serikat (mencapai di atas
100/100.000). Angka di bawah itu terlihat pada beberapa negara Eropa Barat
(tertinggi di Swiss, 73,5/ 100.000). Untuk Asia, masih berkisar antara 10-20/
100.000 (contoh pada daerah tertentu di Jepang 17,6/ 100.000, Kuwait
17,2/100.000, dan Cina 9,5/100.000).
Penyebab ca
payudara
§
Usia
§
Pernah menderita
kanker payudara
§
Riwayat keluarga
yang menderita ca payudara
§
Faktor genetik dan
hormonal
§
Pernah menderita
penyakit payudara non-kanker
§
Menarke
§
Pemakaian pil KB
atau terapi sulih estrogen
§
Obesitas paska menopause
§
Pemakaian alkohol
§
Bahan kimia
§
DES
(dietilstilbestrol)
§
Penyinaran
Diagnosa
§
Biopsi
§
Rontgen dada
§
Pemeriksaan darah
untuk menilai fungsi hati dan penyebaran kaker
§
Skening tulang
§
Mammografi
§
USG payudara
Gejala
a. Benjolan
atau massa di ketiak
b. Perubahan ukuran atau bentuk payudara
c. Keluar cairan yang
abnormal dari puting susu
d. Perubahan warna atau tekstur kulit pada payudara
e. Kulit di sekitar
puting susu bersisik
f. Puting susu tertarik ke dalam tau teras gatal
g. Nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara
Pengobatan
Pengobatan dengan Kemoterapi
Prinsip kerja pengobatan ini
adalah dengan meracuni atau membunuh sel - sel kanker, mengontrol pertumbuhan
sel kanker, dan menghentikan pertumbuhannya agar tidak menyebar atau untuk
mengurangi gejala-gejala yang disebabkan oleh kanker. Kemoterapi terkadang
merupakan pilihan pertama untuk menangani kanker. Kemoterapi bersifat
sistematik, berbeda dengan radiasi atau pembedahan yang bersifat setempat,
karenanya kemoterapi dapat menjangkau sel-sel kanker yang mungkin sudah
menjalar dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.
Penggunaan kemoterapi
berbeda-beda pada setiap pasien, kadang-kadang sebagai pengobatan utama, pada
kasus lain dilakukan sebelum atau setelah operasi dan radiasi. Tingkat keberhasilan
kemoterapi juga berbeda-beda tergantung jenis kankernya. Kemoterapi biasa
dilakukan di rumah sakit, klinik swasta, tempat praktek dokter, ruang operasi
(walaupun jarang dilakukan) dan juga di rumah (oleh perawat, penderita sendiri,
atau anggota keluarga lainnya).
Efek samping kemoterapi adalah terjadi
penurunan jumlah sel-sel darah (akan kembali normal sekitar seminggu kemudian),
infeksi (ditandai dengan panas , sakit tenggorokan, rasa panas saat kencing,
menggigil dan luka yang memerah, bengkak, dan rasa hangat), anemia, pendarahan
seperti mimisan, rambut rontok, kadang ada keluhan seperti kulit yang gatal dan
kering, mual dan muntah, dehidrasi dan tekanan darah rendah,
sembelit/konstipasi, diare, gangguan sistem syaraf.
|
Contoh pengobatan
Kemoterapi
Kemoterapi (sering disebut hanya "kemo") adalah penggunaan obat pembunuh kanker. Obat ini bisa dimasukkan melalui infuse vena, suntikan, dalam bentuk pil atau cairan. Mereka dimasukkan ke aliran darah dan mengalir ke seluruh tubuh, membuat perawatan ini berguna untuk kanker yang sudah menyebar ke organ yang jauh. Meskipun obat ini membunuh sel-sel kanker, mereka juga merusak beberapa sel normal, yang dapat menyebabkan efek samping. Kapan kemoterapi digunakan?
Ada beberapa kasus dimana
kemoterapi dapat digunakan.
Kemoterapi
ajuvan: Pengobatan yang diberikan kepada pasien pasca
operasi yang tampaknya tidak memiliki penyebaran kanker disebut terapi
ajuvan. Kemoterapi jenis ini ditujukan untuk mengurangi risiko timbulnya
kembali kanker payudara.
a Bahkan pada tahap awal penyakit ini, sel-sel
kanker dapat melepaskan diri dari tumor payudara asal dan menyebar melalui
aliran darah. Sel-sel ini tidak menyebabkan gejala, mereka tidak muncul pada
sinar-X, dan mereka tidak dapat dirasakan pada saat pemeriksaan fisik. Tetapi
jika mereka memiliki peluang untuk tumbuh, mereka bisa membentuk tumor baru
di tempat lain dalam tubuh. Kemoterapi ajuvan dapat diberikan untuk mencari
dan membunuh sel-sel ini.
Neoadjuvant kemoterapi: Kemo yang diberikan sebelum operasi disebut terapi neo-ajuvan. Manfaat utama dari pendekatan ini adalah bahwa hal itu dapat mengecilkan kanker yang berukuran besar sehingga mereka cukup kecil untuk diangkat oleh lumpektomi, bukan mastektomi. Keuntungan lain yang mungkin adalah bahwa dokter dapat melihat bagaimana kanker merespon kemoterapi. Jika tumor tidak menyusut, maka obat yang berbeda mungkin diperlukan. Sejauh ini, tidak jelas bahwa kemoterapi neo-ajuvan meningkatkan kelangsungan hidup, tetapi setidaknya bekerja juga sebagai terapi ajuvan paska operasi. Kemoterapi untuk kanker payudara stadium lanjut: Kemo juga dapat digunakan sebagai pengobatan utama untuk wanita dengan kanker yang telah menyebar di luar payudara dan daerah ketiak pada waktu ditemukan, atau jika kankernya menyebar setelah pengobatan pertama.
Bagaimana kemoterapi diberikan?
Dalam
banyak kasus kemoterapi bekerja baik jika lebih dari satu obat digunakan.
Dokter memberikan kemoterapi dalam siklus/putaran, diikuti masa
jedah/istirahat. Intervalnya sekitar 2 atau 3 minggu dan bervariasi sesuai
dengan obat atau kombinasi obat yang digunakan. Periode pengobatan total
biasanya berlangsung selama 3 sampai 6 bulan. Pengobatan mungkin lebih lama
lagi untuk kanker payudara stadium lanjut.
Densitas dosis kemoterapi: Dokter
telah menemukan bahwa memberikan siklus kemoterapi lebih dekat bersama-sama
dapat menurunkan kemungkinan kanker kembali dan meningkatkan kelangsungan
hidup pada beberapa perempuan. Hal ini biasanya berarti memberikan kemoterapi
sama yang biasa diberikan setiap 3 minggu, menjadi setiap 2 minggu. Obat yang
bernama faktor pertumbuhan (growth factor) juga diberikan untuk membantu
meningkatkan jumlah sel darah putih. Pendekatan ini dapat mengakibatkan efek
samping lebih banyak dan lebih sulit untuk diambil, sehingga hanya digunakan
untuk pengobatan ajuvan pada wanita beresiko tinggi kankernya kambuh kembali
Kemungkinan efek samping
Efek samping kemoterapi tergantung pada jenis obat
yang digunakan, jumlah yang diberikan, dan lama pengobatan. Anda dapat
mengalami beberapa efek samping jangka pendek, seperti:
Sebagian besar efek samping ini hilang pada saat
pengobatan selesai. Misalnya, rambut anda akan tumbuh kembali dan jumlah
darah akan kembali normal. Jika Anda memiliki masalah dengan efek samping,
beritahukan dokter Anda.
Perubahan siklus menstruasi: Bagi wanita muda, perubahan pada periode menstruasi adalah efek samping lain yang mungkin dari kemoterapi. Efek samping permanen dapat mencakup perubahan menopause lebih awal dan tidak dapat hamil (infertilitas). Tapi berada dalam kemoterapi tidak selalu dapat mencegah kehamilan dan hamil pada saat kemoterapi dapat menjurus ke arah cacat lahir. Jika Anda ingin berhubungan seks, Anda harus mendiskusikan perihal pengendalian kelahiran dengan dokter kanker Anda. Jika Anda sedang hamil ketika Anda terkena kanker payudara, Anda masih dapat diobati. Kemo dapat secara aman diberikan selama 2 trimester terakhir kehamilan. Neuropati: Beberapa obat yang dipakai untuk mengobati kanker payudara dapat merusak saraf. Hal ini kadang-kadang dapat menyebabkan gejala (terutama di tangan dan kaki) seperti nyeri, terbakar atau kesemutan, sensitive terhadap dingin atau panas, atau kelemahan. Dalam kebanyakan kasus ini akan hilang setelah pengobatan dihentikan, tapi mungkin bisa bertahan lama pada beberapa wanita. Kerusakan Hati: Beberapa obat dapat menyebabkan kerusakan hati jika digunakan dalam periode yang panjang atau dalam dosis tinggi. Dokter berhati-hati untuk mengontrol dosis obat-obatan dan memberi perhatian atas tanda-tanda masalah. Kemo otak: Banyak wanita yang pernah dikemo mengamati perubahan konsentrasi dan memori. Hal ini sering disebut "kemo otak." Ini mungkin bertahan lama. Namun, kebanyakan wanita berfungsi dengan baik setelah kemo. Dalam studi yang telah menemukan kemo otak sebagai efek samping pengobatan, kebanyakan gejala ini berlalu dalam beberapa tahun. Peningkatan resiko leukemia: Sangat jarang, tahun-tahun setelah pengobatan kanker payudara, obat kemoterapi tertentu dapat menyebabkan kanker lain yang disebut leukemia myeloid akut (AML). Tetapi bagi sebagian besar wanita, manfaat dari melawan kanker ini jauh lebih besar daripada resiko ini. Merasa kurang fit atau lelah: Banyak wanita tidak merasa sehat setelah kemo seperti sebelumnya. Kelelahan ekstrim dapat menjadi masalah yang muncul dalam periode lama bagi para wanita yang menjalani kemo. Ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun, namun dapat dibantu. Bicaralah dengan dokter Anda jika hal ini terjadi. |
Pencegahan
Pencegahan
primer dilakukan pada wanita yang masih sehat terutama bagi wanita yang
memiliki resiko tinggi, seperti riwayat keluarga maupun faktor lingkungan.
Hal-hal yang dapat dilakukan
adalah dengan mempertahankan pola hidup sehat, hindari merokok, dan konsumsi
alkohol, serta menghindari faktor-faktor pemicu.
Berikut adalah cara pencegahan
primer kanker payudara yang melibatkan perubahan gaya hidup untuk mengurangi
resikonya:
- Kontrol berat badan.
- Hindari merokok.
- Menurunkan konsumsi alkohol.
- Olahraga.
- Mengurangi paparan radiasi.
Berikutnya
adalah pencegahan sekunder yang terdiri atas deteksi dini dengan beberapa
pilihan yang telah disebutkan sebelumnya seperti pemeriksaan payudara sendiri
maupun oleh dokter, mamografi, dan lain-lain.
Mengapa
deteksi dini diperlukan? Hal ini dikarenakan kanker payudara dapat menyebar
secara signifikan dan sering tidak menimbulkan gejala yang berarti.
Pada saat
terdiagnosis sebagai kanker payudara, 5-15% pasien telah mengalami metastatis
(penyebaran jauh) dan hampir 40% telah mengalami penyebaran secara regional
(lewat kelenjar getah bening). Karena terkadang pengobatan tidak memberikan
hasil yang baik akibat keterlambatan penanganan, maka pencegahan merupakan
langkah yang diperlukan.
Pencegahan
yang aman dan efektif lebih dipilih daripada menjalani terapi dengan
menggunakan radiasi dan agen sitotoksik yang meskipun efektif dapat menimbulkan
berbagai efek samping.
CARA MELAKUKAN SADARI
Ada lima langkah dalam melakukan SADARI, yaitu :
1. Mulailah
dengan mengamati payudara di cermin dengan bahu lurus dan lengan di pinggang.
Disini, yang harus diamati adalah bentuk payudara, ukuran dan warna. Karena
rata-rata payudara berubah tanpa kita sadari. Perubahan-perubahan yang perlu
diwaspadai adalah : berkerut, cekung kedalam, atau menonjol kedepan karena ada
benjolan. Puting yang berubah posisi dimana seharusnya menonjol keluar, malahan
tertarik kedalam. Warna memerah, kasar dan sakit
2. Kemudian
angkat kedua lengan untuk melihat apakah ada kelainan pada kedua payudara
3. Sementara
masih didepan cermin, tekan puting apakah ada cairan yang keluar. ( bisa berupa
cairan putih seperti susu, kuning atau malahan darah ).
4. Kemudian
berbaringlah, raba payudara kanan dengan tangan kiri untuk merasakan perubahan
yang ada di payudara sebelah kanan dan sebaliknya. Tekan secara halus dengan
jari-jari secara datar & serentak. Selubungi dengan jari payudara kita dari
arah atas sampai bawah, dari tulang selangka ke bagian atas perut,dari ketiak
ke leher bagian bawah. Ulangi pola ini sehingga yakin bahwa seluruh payudara
telah tercover. Kini mulai pada puting. Buat lingkaran yang makin lama makin
besar hingga mencapai seluruh tepi payudara. Menggunakan jari, buatlah gerakan
keatas dan kebawah berpindah secara mendatar/menyamping seperti sedang memotong
rumput. Sambil rasakan seluruh jaringan payudara, dibawah kulit dengan rabaan
halus hingga rabaan yang sedikit lebih menekan.
5. Terakhir,
rasakan payudara anda ketika sedang berdiri atau duduk. Bagi kebanyakan wanita,
paling mudah untuk merasakan payudaranya adalah ketika payudaranya sedang basah
dan licin, sehingga paling cocok adalah ketika sedang mandi dibawah shower.
Lakukan seperti pada langkah ke-4, dan yakinkan bahwa seluruh payudara sudah
tercover oleh rabaan tangan.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Neoplasma adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang
otonom dan merugikan. Dibagi menjadi neoplasma jinak dan neoplasma ganas.
Neoplasma ganas umumnya disebut tumor ganas atau kanker atau carcinoma.
2. Meningkatnya resiko kanker mungkin merupakan gabungan
dari meningkatnya dan bertambah lamanya waktu pemaparan terhadap karsinogen dan
melemahnya sistem kekebalan tubuh.
B.
SARAN
1. Sebaiknya
seseorang menjalani pemeriksaan penunjang sebelum melaksanakan
tindakan mastektomi.
2. Untuk orang yang memiliki faktor risiko dan presdisposisi terhadap neoplasma tertentu diharapkan selalu menjaga kesehatan dengan melakukan gaya hidup sehat untuk mencegah munculnya neoplasma tersebut, serta sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
2. Untuk orang yang memiliki faktor risiko dan presdisposisi terhadap neoplasma tertentu diharapkan selalu menjaga kesehatan dengan melakukan gaya hidup sehat untuk mencegah munculnya neoplasma tersebut, serta sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
DAFTAR PUSTAKA
Buku “Waspada KANKER Pada Pria & Wanita” ciptaan : Aden Ranggiasanka
Buku “Mengenal,Mencegah,
Mengatasi Silent Killer KANKER” ciptaan : Nia Haryanto




terimkasih banyak, pembahasan yang bermanfaat
BalasHapushttp://cv-pengobatan.com/pengobatan-alami-kanker-payudara/