Senin, 19 Maret 2012

MAKALAH Epidemiologi Non Menular NEOPLASMA


BAB  I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
          Neoplasma adalah massa / jaringan baru - abnormal yang terbentuk dalam tubuh, mempunyai bentuk dan sifat yang berbeda dari sel / jaringan asalnya / sesungguhnya. Keadaan ini disebabkan adanya pertumbuhan dan diferensiasi yang abnormal akibat kerusakan gen pengaturnya.
            Tumor menurut definisi adalah setiap benjolan yang tidak normal pada tubuh. Tumor dapat berupa tumor neoplasma dan tumor non-neoplasma.
            Kanker adalah penyakit dimana sel-sel ganas beranak-pinak berupa keturunan yang bersifat ganas pula (Karsono, 2007). Kanker payudara banyak dijumpai di Indonesia khususnya pada wanita, merupakan kanker terbanyak kedua setelah kanker mulut rahim. Insiden kanker payudara kira-kira sebanyak 18 per 100.000 penduduk wanita, dengan insiden seluruh kanker di Indonesia diperkirakan 180 per 100.000 penduduk. Pria juga mungkin mendapat kanker payudara, dengan kemungkinan 1:100 dari wanita (Haryana dan Soesatyo, 1993).



BAB II
RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimanakah klasifikasi neoplasma?
2. Apakah definisi dan pengertian neoplasma?
3. Apa saja jenis kanker?
4 . Bagaimanakah sifat sel neoplasma dan gejala umumnya ?
5. Apa saja faktor predisposisi terjadinya carcinoma?
6. Bagaimanakah epidemiologinya?
7. Bagaimanakah perkembangan dan penyebaran kanker?
8. Bagaimana pencegahan secara umum?
9. Salah-satu contoh neoplasma?
10. Bagaimanakah penyebab, diagnosa, gejala, pengobatan dan pencegahan dari ca payudara?


C. TUJUAN PENULISAN
1.Mengetahui klasifikasi neoplasma
2. Mengetahui definisi dan pengertian neoplasma.
3. Mengetahui berbagai jenis kanker
4. Mengetahui sifat sel neoplasma
5. Mengetahui faktor predisposisi terjadinya carcinoma
6. Mengetahui epidemiologinya
7. Mengetahui perkembangan dan penyebaran kanker
8. Mengetahui penyebab, diagnosa, gejala, pengobatan dan pencegahan dari ca payudara


BAB III

A.    Klasifikasi Neoplasma
            Dalam penggunaan istilah kedokteran yang umum, neoplasma sering disebut sebagai tumor. Dalam onkologi (ilmu yang mempelajari tentang tumor), tumor dikategorikan jinak (benigna) dan ganas (maligna). Tumor ganas secara kolektif disebut juga sebagai kanker (Kumar dkk, 2007).
Karakteristik Jinak Ganas
Diferensiasi/ anaplasia Berdiferensiasi baik; struktur mungkin khas jaringan asal Sebagian tidak memperlihatkan diferensiasi disertai anaplasia; struktur sering tidak khas Laju pertumbuhan Biasanya progresif dan lambat Tidak terduga dan mungkin cepat atau lambat
            Invasi local Biasanya kohesif dan ekspansif, massa berbatas tegas yang tidak menginvasi atau menginfiltrasi jaringan normal di sekitarnya Invasi lokal, menginfiltrasi jaringan normal di sekitarnya; kadang- kadang mungkin tampak kohesif dan ekspansif
tetapi dengan jarak mikroskopik
            Metastasis Tidak ada Sering ditemukan; semakin besar dan semakin kurang berdiferensiasi tumor primer, semakin besar kemungkinan metastasis (Kumardkk,2007).
Klasifikasi neoplasma umumnya dipakai berdasarkan gambaran histologik. Untuk tumor jinak dinamai dengan menambahkan akhiran –oma pada nama sel tempat tumor itu berasal. Tumor ganas dinamai seperti tumor jinak dengan tambahan dibelakangnya. Tumor ganas yang berasal dari jaringan mesenchym disebut sarcoma. Misalnya, tumor ganas jaringan ikat disebut fibro-sarcoma. Tumor ganas yang berasal dari ketiga lapis benih disebut carcinoma. Tumor ganas yang membentuk kelenjar seperti yang terlihat pada gambaran mikroskopik disebut adenocarcinoma dan pembagian lebih lanjut berdasarkan asal alat tubuhnya.
(Tjarta dkk, 1973).

 B . Definisi Neoplasma
            Neoplasma ialah kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus menerus secara tidak terbatas, tidak berkoordinasi dengan jaringan sekitarnya, dan tidak berguna bagi tubuh. Dalam klinik, istilah tumor sering digunakan untuk semua tonjolan dan diartikan sebagai pembengkakan, yang dapat disebabkan baik oleh neoplasma maupun oleh radang, atau perdarahan. Neoplasma membentuk tonjolan, tetapi tidak semua tonjolan disebabkan oleh neoplasma (Tjarta dkk, 1973). Sel- sel neoplasma berasal dari sel- sel yang sebelumnya adalah sel- sel normal, namun menjadi abnormal akibat perubahan neoplastik (Price dan Wilson, 2006).

C. Jenis kanker
1. Kanker yang menyerang jaringan konektif, otot, dan jaringan tulang disebut kanker Sarcoma.
2. Kanker yang tumbuh di daerah terluar dan terdalam dari permukaan tubuh seperti kulit, permukaan saluran gastro internal, dan bagian dalam pembuluh darah disebut Carcinoma.
3. Kanker pada saluran pembentuk darah, saluran vaskular, dan pada jaringan meliputi Lymphoma, Leukimia, dan Myeloma.
4. Kanker pada jaringan saraf, meliputi neuroma, glioma, dan neuroblastoma.

D. Bagaimana kanker menyebar dari satu organ tubuh ke organ tubuh lainnya?
1. Menyebar Melalui Rongga Tubuh
kanker dapat menembus organ berongga pada tubuh(misalnya usus, ovarium, dan lainnya) dengan mengadakan invasi dan kemudian tertanam pada tempat yang baru.
2. Melalui Aliran Limfe
 kanker merusak sistem pertahanan tubuh. bila pertahanan tubuh rusak, maka kelenjar menjadi satu media yang membantu penyebaran kanker.
3. Melalui Aliran darah
 penyebaran melalui pembuluh darah merupakan hal yang paling ditakuti karena dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh lain, baik dekat atau jauh.
E. Sifat sel neoplasma
a. Sifat pertumbuhan yang autonom, tidak mengenal koordinasi dan batas normal pertumbuhan, umumnya mempunyai sifat pertumbuhan yang lebih cepat dan tidak homogen.
b. Dapat bergerak amoeboid, yang berakibat mempunyai kemampuan untuk mengadakan infiltrasi kejaringan sekitarnya dan metastase jauh.
c. Tidak menjalankan fungsi normalnya, bahkan kadang-kadang menjalankan fungsi yang sangat berbeda (sindrom paraneoplastik).

Gejala-gejala umum kanker
  • Kelelahan secara terus menerus
  • Penurunan nafsu makan yang disertai penurunan berat badan yang signifikan
  • Demam
  • Perubahan pada kulit tubuh
  • Timbulnya rasa sakit
  • Pembengkakan pada organ tubuh tertentu
  • Batuk kronis yang terus menerus
  • Keluarnya cairan atau darah tidak normal
F. Faktor Risiko dan Predisposisi Terjadinya Carcinoma
Faktor predisposisi terjadinya carcinoma:
a. Faktor geografik dan lingkungan
          Karsinogen lingkungan banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Contohnya seperti sinar matahari, dapat ditemukan terutama di perkotaan, atau terbatas pada pekerjaan tertentu. Hal tertentu dalam makanan dilaporkan mungkin merupakan faktor predisposisi. Termasuk diantaranya merokok dan konsumsi alkohol kronik.
b. Usia
          Secara umum, frekuensi kanker meningkat seiring pertambahan usia. Hal ini terjadi akibat akumulasi mutasi somatik yang disebabkan oleh berkembangnya neoplasma ganas. Menurunnya kompetensi imunitas yang menyertai penuaan juga mungkin berperan.
c. Hereditas
          Saat ini terbukti bahwa pada banyak jenis kanker, terdapat tidak saja pengaruh lingkungan, tetapi juga predisposisi herediter. Bentuk herediter kanker dapat dibagi menjadi tiga kategori.
          Sindrom kanker herediter, pewarisan satu gen mutannya akan sangat meningkatkan risiko terjangkitnya kanker yang bersangkutan. Predisposisinya memperlihatkan pola pewarisan dominan autosomal.
          Kanker familial, kanker ini tidak disertai fenotipe penanda tertentu. Contohnya mencakup karsinoma kolon, payudara, ovarium, dan otak. Kanker familial tertentu dapat dikaitkan dengan pewarisan gen mutan. Contohnya keterkaitan gen BRCA1 dan BRCA2 dengan kanker payudara dan ovarium familial.
Sindrom resesif autosomal gangguan perbaikan DNA. Selain kelainan prakanker yang diwariskan secara dominan, sekelompok kecil gangguan resesif autosomal secara kolektif memperlihatkan cirri instabilitas kromosom atau DNA (Kumar dkk, 2007).
          Faktor- Faktor Risiko Karsinoma Payudara diantaranya mencakup usia, lokasi geografis, ras, status sosioekonomi, status perkawinan, paritas, riwayat menstruasi, riwayat keluarga, bentuk tubuh, penyakit payudara lain, terpajan radiasi, dan kanker primer kedua (Price dan Wilson, 2006).
          Berdasarkan etiologinya, patogenesis karsinogenesis dapat disebabkan oleh 1) Karsinogen kimiawi, 2) Virus, 3) Karsinogen fisik, 4) Hormon, dan 5) Kokarsinogen, berupa: Diet, Umur, Keturunan, Rangsang menahun, dan Trauma (Tjarta dkk, 1973).

G. Epidemiologi kanker
          Resiko kanker  telah berubah. Kanker yang tadinya sering ditemukan sekarang  jarang  terjadi. Misalnya pada tahun 1930 kanker lambung di  AS 4 kali lebih sering ditemukan daripada sekarang. Mungkin hal ini disebabkan  karena sekarang ini orang lebih sedikit mengkonsumsi makanan  yang diasap atau diasamkan.
          Sementara itu angka kejadian kanker paru-paru di  AS pada tahun  1930 adalah 5 dari 100.000 orang meningkat  menjadi 114 dari setiap 100.000 pada tahun 1990, dan angka kejadian ini melambung tinggi pada wanita. Perubahan ini hampir bisa dipastikan merupakan akibat dari meningkatnya pemakain rokok sigaret. Merokok sigaret juga meningkatkan kanker mulut. Meningkatnya resiko kanker mungkin merupakan gabungan dari meningkatnya dan bertambah lamanya waktu pemaparan terhadap karsinogen dan melemahnya sistem kekebalan tubuh.
H. Perkembangan dan penyebaran kanker
          Sel kanker  terbentuk dari sel yang sehat dengan proses yang kompleks yang disebut transformasi. Langkah pertama pada proses tersebut inisiasi, yang mana sebuah perubahan bahan genetik sel (pada DNA dan kadangkala pada struktur kromosom) memicu sel sel menjadi kanker.
          Karsinogen termasuk beberapa bahan kimia, tembakau, virus, radiasi, dan sinar matahari. Meskipun tidak semua sel rentan terhadap karsinogen. Cacat genetik pada sel bisa membuat hal itu lebih rentan. Bahkan iritasi luka kronis bisa membuat sel semakin rentan terhadap karsinogen.
I. Pencegahan Secara Umum
          Cara pencegahan umum kanker adalah mengurangi paparan terhadap bahan karsinogen, misalnya tidak merokok, menghindari makanan tinggi lemak, menambah makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah, hidup akif fisik, mengupayakan berat badan yang ideal, dan hidup dengan pola sehat.
J. Salah-satu contoh neoplasma
Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara atau suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Setiap tahun lebih dari 185.000 wanita di deteksi wanita didiangnosa menderita kanker Payudara dan insiden penyakit ini semakin meningkat dinegara-negara maju. Sekitar 43.500 kematian akibat kanker payudara setiap tahunnya yang menjadikan penyakit ini sebagai penyebab kematian terbesar kedua setelah kanker paru pada wanita di Amerika Serikat. Sembilan puluh persen dari kanker payudara biasanya ditemukan oleh wanita itu sendiri melalui “pemeriksaan payudara sendiri”.  . Meskipun belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya kanker payudara, akan tetapi banyak factor yang diperkirakan mempengaruhi terjadinya kanker payudara.
Diantaranya adalah factor resiko dan genetis. Factor genetis disebabkan karena keturunan sedangkan factor resiko adalah reproduksi yang terjadi di kalangan remaja saat menarche dan terjadinya menopause pada wanita tua. Factor kedua adalah penggunaan hormone. Factor ketiga adalah wanita yang memiiki penyakit fibrokistik. Ketiga adalah kegemukan. Keempat konsumsi lemak yang berlebihan dan yang terakhir adalah radiasi ionisasi.

Patofisiologi

          Beberapa jenis kanker payudara sering menunjukkan disregulasi hormon HGF dan onkogen Met, serta ekspresi berlebih enzim PTK-6
Epidemiologi kanker payudara
Jumlah penderita kanker payudara di seluruh dunia terus mengalami peningkatan, baik pada daerah dengan insiden tinggi di negara-negara Barat maupun pada insiden rendah seperti di banyak daerah di Asia. Satu laporan penelitian pada tahun 1993 memperkirakan bahwa jumlah kasus barn di seluruh dunia pada tahun 1985 mencapai 720.000 orang: 422.000 di negara maju dan 298.000 di negara sedang berkembang.
Angka insiden tertinggi dapat ditemukan pada be-berapa daerah di Amerika Serikat (mencapai di atas 100/100.000). Angka di bawah itu terlihat pada beberapa negara Eropa Barat (tertinggi di Swiss, 73,5/ 100.000). Untuk Asia, masih berkisar antara 10-20/ 100.000 (contoh pada daerah tertentu di Jepang 17,6/ 100.000, Kuwait 17,2/100.000, dan Cina 9,5/100.000).
Penyebab ca payudara
§ Usia
§ Pernah menderita kanker payudara
§ Riwayat keluarga yang menderita ca payudara
§ Faktor genetik dan hormonal
§ Pernah menderita penyakit payudara non-kanker
§ Menarke
§ Pemakaian pil KB atau terapi sulih estrogen
§ Obesitas paska menopause
§ Pemakaian alkohol
§ Bahan kimia
§ DES (dietilstilbestrol)
§ Penyinaran
Diagnosa
§ Biopsi
§ Rontgen dada
§ Pemeriksaan darah untuk menilai fungsi hati dan penyebaran kaker
§ Skening tulang
§ Mammografi
§ USG payudara


Gejala
a. Benjolan atau massa di ketiak
b. Perubahan ukuran atau bentuk payudara
c. Keluar cairan yang abnormal dari puting susu
d. Perubahan warna atau tekstur kulit pada payudara
e. Kulit di sekitar  puting susu bersisik
f. Puting susu tertarik ke dalam tau teras gatal
g. Nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara
Pengobatan
Pengobatan dengan Kemoterapi
          Prinsip kerja pengobatan ini adalah dengan meracuni atau membunuh sel - sel kanker, mengontrol pertumbuhan sel kanker, dan menghentikan pertumbuhannya agar tidak menyebar atau untuk mengurangi gejala-gejala yang disebabkan oleh kanker. Kemoterapi terkadang merupakan pilihan pertama untuk menangani kanker. Kemoterapi bersifat sistematik, berbeda dengan radiasi atau pembedahan yang bersifat setempat, karenanya kemoterapi dapat menjangkau sel-sel kanker yang mungkin sudah menjalar dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.
          Penggunaan kemoterapi berbeda-beda pada setiap pasien, kadang-kadang sebagai pengobatan utama, pada kasus lain dilakukan sebelum atau setelah operasi dan radiasi. Tingkat keberhasilan kemoterapi juga berbeda-beda tergantung jenis kankernya. Kemoterapi biasa dilakukan di rumah sakit, klinik swasta, tempat praktek dokter, ruang operasi (walaupun jarang dilakukan) dan juga di rumah (oleh perawat, penderita sendiri, atau anggota keluarga lainnya).
          Efek samping kemoterapi adalah terjadi penurunan jumlah sel-sel darah (akan kembali normal sekitar seminggu kemudian), infeksi (ditandai dengan panas , sakit tenggorokan, rasa panas saat kencing, menggigil dan luka yang memerah, bengkak, dan rasa hangat), anemia, pendarahan seperti mimisan, rambut rontok, kadang ada keluhan seperti kulit yang gatal dan kering, mual dan muntah, dehidrasi dan tekanan darah rendah, sembelit/konstipasi, diare, gangguan sistem syaraf.

Contoh pengobatan
Kemoterapi
Kemoterapi (sering disebut hanya "kemo") adalah penggunaan obat pembunuh kanker. Obat ini bisa dimasukkan melalui infuse vena, suntikan, dalam bentuk pil atau cairan. Mereka dimasukkan ke aliran darah dan mengalir ke seluruh tubuh, membuat perawatan ini berguna untuk kanker yang sudah menyebar ke organ yang jauh. Meskipun obat ini membunuh sel-sel kanker, mereka juga merusak beberapa sel normal, yang dapat menyebabkan efek samping.

Kapan kemoterapi digunakan?
Ada beberapa kasus dimana kemoterapi dapat digunakan.
 Kemoterapi ajuvan: Pengobatan yang diberikan kepada pasien pasca operasi yang tampaknya tidak memiliki penyebaran kanker disebut terapi ajuvan. Kemoterapi jenis ini ditujukan untuk mengurangi risiko timbulnya kembali kanker payudara.
a Bahkan pada tahap awal penyakit ini, sel-sel kanker dapat melepaskan diri dari tumor payudara asal dan menyebar melalui aliran darah. Sel-sel ini tidak menyebabkan gejala, mereka tidak muncul pada sinar-X, dan mereka tidak dapat dirasakan pada saat pemeriksaan fisik. Tetapi jika mereka memiliki peluang untuk tumbuh, mereka bisa membentuk tumor baru di tempat lain dalam tubuh. Kemoterapi ajuvan dapat diberikan untuk mencari dan membunuh sel-sel ini.
 
Neoadjuvant kemoterapi: Kemo yang diberikan sebelum operasi disebut terapi neo-ajuvan. Manfaat utama dari pendekatan ini adalah bahwa hal itu dapat mengecilkan kanker yang berukuran besar sehingga mereka cukup kecil untuk diangkat oleh lumpektomi, bukan mastektomi. Keuntungan lain yang mungkin adalah bahwa dokter dapat melihat bagaimana kanker merespon kemoterapi. Jika tumor tidak menyusut, maka obat yang berbeda mungkin diperlukan. Sejauh ini, tidak jelas bahwa kemoterapi neo-ajuvan meningkatkan kelangsungan hidup, tetapi setidaknya bekerja juga sebagai terapi ajuvan paska operasi.
 
Kemoterapi untuk kanker payudara stadium lanjut: Kemo juga dapat digunakan sebagai pengobatan utama untuk wanita dengan kanker yang telah menyebar di luar payudara dan daerah ketiak pada waktu ditemukan, atau jika kankernya menyebar setelah pengobatan pertama.

Bagaimana kemoterapi diberikan?
 Dalam banyak kasus kemoterapi bekerja baik jika lebih dari satu obat digunakan. Dokter memberikan kemoterapi dalam siklus/putaran, diikuti masa jedah/istirahat. Intervalnya sekitar 2 atau 3 minggu dan bervariasi sesuai dengan obat atau kombinasi obat yang digunakan. Periode pengobatan total biasanya berlangsung selama 3 sampai 6 bulan. Pengobatan mungkin lebih lama lagi untuk kanker payudara stadium lanjut.

Densitas dosis kemoterapi: Dokter telah menemukan bahwa memberikan siklus kemoterapi lebih dekat bersama-sama dapat menurunkan kemungkinan kanker kembali dan meningkatkan kelangsungan hidup pada beberapa perempuan. Hal ini biasanya berarti memberikan kemoterapi sama yang biasa diberikan setiap 3 minggu, menjadi setiap 2 minggu. Obat yang bernama faktor pertumbuhan (growth factor) juga diberikan untuk membantu meningkatkan jumlah sel darah putih. Pendekatan ini dapat mengakibatkan efek samping lebih banyak dan lebih sulit untuk diambil, sehingga hanya digunakan untuk pengobatan ajuvan pada wanita beresiko tinggi kankernya kambuh kembali

Kemungkinan efek samping
Efek samping kemoterapi tergantung pada jenis obat yang digunakan, jumlah yang diberikan, dan lama pengobatan. Anda dapat mengalami beberapa efek samping jangka pendek, seperti:
  • rambut rontok
  • sariawan
  • hilangnya nafsu makan
  • mual dan muntah
  • risiko tinggi infeksi (dari rendah jumlah sel darah putih)
  • perubahan dalam siklus haid (ini bisa menjadi permanen)
  • mudah memar atau pendarahan (dari jumlah trombosit darah rendah)
  • menjadi mudah lelah (karena rendahnya jumlah sel darah merah atau alasan lain)
Sebagian besar efek samping ini hilang pada saat pengobatan selesai. Misalnya, rambut anda akan tumbuh kembali dan jumlah darah akan kembali normal. Jika Anda memiliki masalah dengan efek samping, beritahukan dokter Anda.
 
Perubahan siklus menstruasi: Bagi wanita muda, perubahan pada periode menstruasi adalah efek samping lain yang mungkin dari kemoterapi. Efek samping permanen dapat mencakup perubahan menopause lebih awal dan tidak dapat hamil (infertilitas). Tapi berada dalam kemoterapi tidak selalu dapat mencegah kehamilan dan hamil pada saat kemoterapi dapat menjurus ke arah cacat lahir. Jika Anda ingin berhubungan seks, Anda harus mendiskusikan perihal pengendalian kelahiran dengan dokter kanker Anda. Jika Anda sedang hamil ketika Anda terkena kanker payudara, Anda masih dapat diobati. Kemo dapat secara aman diberikan selama 2 trimester terakhir kehamilan.
 
Neuropati: Beberapa obat yang dipakai untuk mengobati kanker payudara dapat merusak saraf. Hal ini kadang-kadang dapat menyebabkan gejala (terutama di tangan dan kaki) seperti nyeri, terbakar atau kesemutan, sensitive terhadap dingin atau panas, atau kelemahan. Dalam kebanyakan kasus ini akan hilang setelah pengobatan dihentikan, tapi mungkin bisa bertahan lama pada beberapa wanita.
 
Kerusakan Hati: Beberapa obat dapat menyebabkan kerusakan hati jika digunakan dalam periode yang panjang atau dalam dosis tinggi. Dokter berhati-hati untuk mengontrol dosis obat-obatan dan memberi perhatian atas tanda-tanda masalah.
 
Kemo otak: Banyak wanita yang pernah dikemo mengamati perubahan konsentrasi dan memori. Hal ini sering disebut "kemo otak." Ini mungkin bertahan lama. Namun, kebanyakan wanita berfungsi dengan baik setelah kemo. Dalam studi yang telah menemukan kemo otak sebagai efek samping pengobatan, kebanyakan gejala ini berlalu dalam beberapa tahun.

Peningkatan resiko leukemia: Sangat jarang, tahun-tahun setelah pengobatan kanker payudara, obat kemoterapi tertentu dapat menyebabkan kanker lain yang disebut leukemia myeloid akut (AML). Tetapi bagi sebagian besar wanita, manfaat dari melawan kanker ini jauh lebih besar daripada resiko ini.
 
Merasa kurang fit atau lelah: Banyak wanita tidak merasa sehat setelah kemo seperti sebelumnya. Kelelahan ekstrim dapat menjadi masalah yang muncul dalam periode lama bagi para wanita yang menjalani kemo. Ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun, namun dapat dibantu. Bicaralah dengan dokter Anda jika hal ini terjadi.
Pencegahan
Pencegahan primer dilakukan pada wanita yang masih sehat terutama bagi wanita yang memiliki resiko tinggi, seperti riwayat keluarga maupun faktor lingkungan.
Hal-hal yang dapat dilakukan adalah dengan mempertahankan pola hidup sehat, hindari merokok, dan konsumsi alkohol, serta menghindari faktor-faktor pemicu.
Berikut adalah cara pencegahan primer kanker payudara yang melibatkan perubahan gaya hidup untuk mengurangi resikonya:
  1. Kontrol berat badan.
  2. Hindari merokok.
  3. Menurunkan konsumsi alkohol.
  4. Olahraga.
  5. Mengurangi paparan radiasi.
Berikutnya adalah pencegahan sekunder yang terdiri atas deteksi dini dengan beberapa pilihan yang telah disebutkan sebelumnya seperti pemeriksaan payudara sendiri maupun oleh dokter, mamografi, dan lain-lain.
Mengapa deteksi dini diperlukan? Hal ini dikarenakan kanker payudara dapat menyebar secara signifikan dan sering tidak menimbulkan gejala yang berarti.
Pada saat terdiagnosis sebagai kanker payudara, 5-15% pasien telah mengalami metastatis (penyebaran jauh) dan hampir 40% telah mengalami penyebaran secara regional (lewat kelenjar getah bening). Karena terkadang pengobatan tidak memberikan hasil yang baik akibat keterlambatan penanganan, maka pencegahan merupakan langkah yang diperlukan.
Pencegahan yang aman dan efektif lebih dipilih daripada menjalani terapi dengan menggunakan radiasi dan agen sitotoksik yang meskipun efektif dapat menimbulkan berbagai efek samping.
CARA MELAKUKAN SADARI

Ada lima langkah dalam melakukan SADARI, yaitu :
   
    

1.    Mulailah dengan mengamati payudara di cermin dengan bahu lurus dan lengan di pinggang. Disini, yang harus diamati adalah bentuk payudara, ukuran dan warna. Karena rata-rata payudara berubah tanpa kita sadari. Perubahan-perubahan yang perlu diwaspadai adalah : berkerut, cekung kedalam, atau menonjol kedepan karena ada benjolan. Puting yang berubah posisi dimana seharusnya menonjol keluar, malahan tertarik kedalam. Warna memerah, kasar dan sakit
    
    

2.    Kemudian angkat kedua lengan untuk melihat apakah ada kelainan pada kedua payudara 
3.    Sementara masih didepan cermin, tekan puting apakah ada cairan yang keluar. ( bisa berupa cairan putih seperti susu, kuning atau malahan darah ).
      
    
4.   Kemudian berbaringlah, raba payudara kanan dengan tangan kiri untuk merasakan perubahan yang ada di payudara sebelah kanan dan sebaliknya. Tekan secara halus dengan jari-jari secara datar & serentak. Selubungi dengan jari payudara kita dari arah atas sampai bawah, dari tulang selangka ke bagian atas perut,dari ketiak ke leher bagian bawah. Ulangi pola ini sehingga yakin bahwa seluruh payudara telah tercover. Kini mulai pada puting. Buat lingkaran yang makin lama makin besar hingga mencapai seluruh tepi payudara. Menggunakan jari, buatlah gerakan keatas dan kebawah berpindah secara mendatar/menyamping seperti sedang memotong rumput. Sambil rasakan seluruh jaringan payudara, dibawah kulit dengan rabaan halus hingga rabaan yang sedikit lebih menekan.
   
     
5.   Terakhir, rasakan payudara anda ketika sedang berdiri atau duduk. Bagi kebanyakan wanita, paling mudah untuk merasakan payudaranya adalah ketika payudaranya sedang basah dan licin, sehingga paling cocok adalah ketika sedang mandi dibawah shower. Lakukan seperti pada langkah ke-4, dan yakinkan bahwa seluruh payudara sudah tercover oleh rabaan tangan.     










BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Neoplasma adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang otonom dan merugikan. Dibagi menjadi neoplasma jinak dan neoplasma ganas. Neoplasma ganas umumnya disebut tumor ganas atau kanker atau carcinoma.
2. Meningkatnya resiko kanker mungkin merupakan gabungan dari meningkatnya dan bertambah lamanya waktu pemaparan terhadap karsinogen dan melemahnya sistem kekebalan tubuh.
B. SARAN
1. Sebaiknya seseorang menjalani pemeriksaan penunjang sebelum melaksanakan tindakan mastektomi.
2. Untuk orang yang memiliki faktor risiko dan presdisposisi terhadap neoplasma tertentu diharapkan selalu menjaga kesehatan dengan melakukan gaya hidup sehat untuk mencegah munculnya neoplasma tersebut, serta sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.








DAFTAR PUSTAKA
Buku “Waspada KANKER Pada Pria & Wanita  ciptaan : Aden Ranggiasanka
Buku “Mengenal,Mencegah, Mengatasi Silent Killer KANKER” ciptaan : Nia Haryanto

1 komentar:

  1. terimkasih banyak, pembahasan yang bermanfaat

    http://cv-pengobatan.com/pengobatan-alami-kanker-payudara/

    BalasHapus