PENDAHULUAN
Latar belakang
kesehatan merupakan hal terpenting
dan utama dalam kehidupan manusia dibandingkan lainnya seperti jabatan,
kekuasaan, pangkat, ataupun kekayaan. Tanpa kesehatan yang optimal, semuanya
akan menjadi tidak bermakna, oleh karena itulah sehat dan bugar merupakan dambaan
setiap orang.
Studi epidemiologi menunjukkan ada
kaitan erat antara status kesehatan dan usia harapan hidup manusia dengan pola
konsumsinya. Masyarakat di daerah yang banyak mengkonsumsi protein, lemak, gula
dan garam misalnya, ternyata lebih banyak ditemukan sebagai penderita
penyakit-penyakit degeneratif dibandingkan masyarakat di wilayah yang banyak
mengkonsumsi karbohidrat, serat dan vitamin.
Negara dengan mayoritas penduduk
berusia panjang seperti Jepang, mengkonsumsi makanan yang kaya akan kacang-kacangan,
sayur dan buah serta berkebiasaan minum teh hijau. Masyarakat eskimo yang
hidupnya tidak lepas dari konsumsi ikan, jarang sekali ditemukan sebagai
penderita penyakit jantung. Kelompok mayarakat yang terbiasa mengkonsumsi susu
fermentasi ternyata juga mempunyai rata-rata usia yang lebih panjang.
Peningkatan prevalensi penyakit
degeneratif di Indonesia, memotivasi para peneliti pangan dan gizi Indonesia
untuk mengeksplorasi senyawa-senyawa antioksidan yang berasal dari sumber
alami. Tingginya biodiversity kekayaan alam dan bahan-bahan indigenous
yang dianugrahkan oleh Tuhan kepada bangsa Indonesia, merupakan potensi yang
sangat berharga dan bermanfaat untuk kesehatan masyarakatnya.
PEMBAHASAN
Pengertian antioksidan
Antioksidan didefinisikan sebagai
senyawa yang dapat menunda, memperlambat, dan mencegah proses oksidasi lipid.
Dalam arti khusus, antioksidan adalah zat yang dapat menunda atau mencegah
terjadinya reaksi antioksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid (Kochhar dan
Rossell, 1990).
Antioksidan adalah
molekul mampu memperlambat atau mencegah oksidasi molekul lain (reaksi oksidasi
dapat menghasilkan radikal bebas, yang memulai reaksi berantai dan merusak
sel). Antioksidan adalah mengakhiri reaksi berantai ini dengan menghapus
radikal bebas antara, dan menghambat reaksi oksidasi lainnya dengan menjadi
teroksidasi sendiri.Antioksidan alami dapat diperoleh dari buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan polong-polongan dan juga disintesis dalam tubuh manusia. Antioksidan juga tersedia dalam suplemen yang diformulasikan secara khusus.
Zat anti oksidan adalah substansi yang dapat menetralisir atau menghancurkan radikal bebas. Radikal bebas merupakan jenis oksigen yang memiliki tingkat reaktif yang tinggi dan secara alami ada didalam tubuh sebagai hasil dari reaksi biokimia di dalam tubuh. Radikal bebas juga terdapat di lingkungan sekitar kita yang berasal dari polusi udara, asap tembakau, penguapan alkohol yang berlebihan, bahan pengawet dan pupuk, sinar Ultra Violet, X-rays, dan ozon. Radikal bebas dapat merusak sel tubuh apabila tubuh kekurangan zat anti oksidan atau saat tubuh kelebihan radikal bebas. Hal ini dapat menyebabkan berkembangnya sel kanker, penyakit hati, arthritis, katarak, dan penyakit degeneratif lainnya, bahkan juga mempercepat proses penuaan.
Radikal bebas dapat merusak membran sel serta merusak dan merubah DNA. Merubah zat kimia dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terkena kanker serta merusak dan menonaktifkan protein.
Sumber antioksidan
Sumber-sumber antioksidan dapat dikelompokkan
menjadi dua kelompok, yaitu antioksidan sintetik (antioksidan yang diperoleh
dari hasil sintesa reaksi kimia) dan antioksidan alami (antioksidan hasil
ekstraksi bahan alami).
Beberapa contoh antioksidan sintetik
yang diijinkan penggunaanya untuk makanan dan penggunaannya telah sering
digunakan, yaitu butil hidroksi anisol (BHA), butil hidroksi toluen (BHT),
propil galat, tert-butil hidoksi quinon (TBHQ) dan tokoferol.
Antioksidan-antioksidan tersebut merupakan antioksidan alami yang telah diproduksi
secara sintetis untuk tujuan komersial.
Antioksidan alami di dalam makanan
dapat berasal dari (a) senyawa antioksidan yang sudah ada dari satu atau dua
komponen makanan, (b) senyawa antioksidan yang terbentuk dari reaksi-reaksi
selama proses pengolahan, (c) senyawa antioksidan yang diisolasi dari sumber
alami dan ditambahkan ke makanan sebagai bahan tambahan pangan (Pratt, 1992).
Senyawa antioksidan yang diisolasi
dari sumber alami adalah yang berasal dari tumbuhan. Kingdom tumbuhan, Angiosperm
memiliki kira-kira 250.000 sampai 300.000 spesies dan dari jumlah ini kurang
lebih 400 spesies yang telah dikenal dapat menjadi bahan pangan manusia.
Isolasi antioksidan alami telah dilakukan dari tumbuhan yang dapat dimakan,
tetapi tidak selalu dari bagian yang dapat dimakan. Antioksidan alami tersebar
di beberapa bagian tanaman, seperti pada kayu, kulit kayu, akar, daun, buah,
bunga, biji dan serbuk sari (Pratt,1992).
Senyawa antioksidan alami tumbuhan
umumnya adalah senyawa fenolik atau polifenolik yang dapat berupa golongan
flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin, tokoferol dan asam-asam organik
polifungsional. Golongan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan meliputi
flavon, flavonol, isoflavon, kateksin, flavonol dan kalkon. Sementara turunan asam
sinamat meliputi asam kafeat, asam ferulat, asam klorogenat, dan lain-lain.
Mekanisme kerja
antioksidan
Mekanisme kerja antioksidan memiliki
dua fungsi. Fungsi pertama merupakan fungsi utama dari antioksidan yaitu
sebagai pemberi atom hidrogen. Antioksidan (AH) yang mempunyai fungsi utama
tersebut sering disebut sebagai antioksidan primer. Senyawa ini dapat
memberikan atom hidrogen secara cepat ke radikal lipida (R*, ROO*) atau
mengubahnya ke bentuk lebih stabil, sementara turunan radikal antioksidan (A*)
tersebut memiliki keadaan lebih stabil dibanding radikal lipida.
Fungsi kedua merupakan fungsi
sekunder antioksidan, yaitu memperlambat laju autooksidasi dengan berbagai
mekanisme diluar mekanisme pemutusan rantai autooksidasi dengan pengubahan radikal
lipida ke bentuk lebih stabil (Gordon,1990).
Penambahan antioksidan (AH) primer
dengan konsentrasi rendah pada lipida dapat menghambat atau mencegah reaksi
autooksidasi lemak dan minyak. Penambahan tersebut dapat menghalangi reaksi
oksidasi pada tahap inisiasi maupun propagasi (Gambar 1). Radikal-radikal
antioksidan (A*) yang terbentuk pada reaksi tersebut relatif stabil dan tidak
mempunyai cukup energi untuk dapat bereaksi dengan molekul lipida lain
membentuk radikal lipida baru (Gordon, 1990).
Inisiasi : R* + AH ———-> RH + A*
Radikal lipida
Propagasi : ROO* + AH ——-> ROOH + A*
Inisiasi : R* + AH ———-> RH + A*
Radikal lipida
Propagasi : ROO* + AH ——-> ROOH + A*
Gambar 1. Reaksi Penghambatan antioksidan primer terhadap radikal
lipida (Gordon 1990)
Peranan
antioksidan pada kesehatan
Proses penuaan dan penyakit
degeneratif seperti kanker kardiovaskuler, penyumbatan pembuluh darah yang
meliputi hiperlipidemik, aterosklerosis, stroke, dan tekanan darah tinggi serta
terganggunya sistem imun tubuh dapat disebabkan oleh stress oksidatif.
Stress oksidatif adalah keadaan
tidak seimbangnya jumlah oksidan dan prooksidan dalam tubuh. Pada kondisi ini,
aktivitas molekul radikal bebas atau reactive oxygen species (ROS) dapat
menimbulkan kerusakan seluler dan genetika. Kekurangan zat gizi dan adanya
senyawa xenobiotik dari makanan atau lingkungan yang terpolusi akan memperparah
keadaan tersebut.
Bila umumnya masyarakat Jepang atau
beberapa masyarakat Asia jarang mempunyai masalah dengan berbagai penyakit
degeneratif, hal ini disebabkan oleh menu sehat tradisionalnya yang kaya zat
gizi dan komponen bioaktif. Zat-zat ini mempunyai kemampuan sebagai
antioksidan, yang berperan penting dalam menghambat reaksi kimia oksidasi, yang
dapat merusak makromolekul dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Manfaat antioksidan dalam buah

Berbeda dari makanan pokok seperti
nasi, mi, roti, ubi, atau singkong, kandungan karbohidrat dalam buah sudah siap
pakai. Dalam makanan pokok, kandungan karbohidrat kompleksnya masih harus
dipecah dulu menjadi karbohidrat sederhana agar bisa digunakan tubuh sabagai
sumber tenaga.
Sebaliknya, karbohidrat dalam buah sedah tersedia sebagai karbohidrat sederhana, berupa gula buah fruktosa dan glukosa, yang bisa langsung dimanfaatkan tubuh. Karena itu, buah-buahan lebih cepat memasok energi dibanding makanan pokok. Manfaat lain, buah banyak mengandung air, sehingga dapat menyumbang sebagian kecukupan air bagi tubuh.
Karena dimakan mentah, buah memasok lebih banyak zat antioksidan, karena kandungannya masih utuh. kandungan antioksidan dominan yang terdapat dalam buah secara umum berbeda menurut warna buah. Untuk mendapatkan khasiat lengkap buah-buahan, konsumsi buah sebaiknya diatur kombinasi warnanya.
Merah. Semangka, stroberi, tomat adalah contoh buah berwarna merah, umumnya kaya antosianin dan likopen. Antosianin mencegah infeksi dan kanker kandung kemih. Khasiat utama likopen menghambat kemunduran fungsi fisik dan mental, antara lain membuat kita tidak mudah pikun. Likopen juga mencegah kanker pankreas, mulut rahim, dan saluran cerna (ronggaa mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus besar dan dubur).
Jingga. Buah yang daging buahnya berwarna jingga, seperti mangga, pepaya, jeruk keprok, jeruk bali, melon jingga Honey Dew, sarat betakaroten. Fungsi betakaroten yang paling dikenal adalah menghambat proses penuaan sel, sekaligus meremajakan kembali sel-sel yang terlanjur menua. Makan banyak buah warna jinggadapat mempercepat pemulihan kerut.
sebagian betakaroten yang berubah menjadi vitamin A di dalam tubuh akan memacu sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kesuburan pria. Buah kaya betakaroten menjauhkan kita dari risiko stroke dan jantung koroner, dengan cara mencegah menumpuknya kerak lemak pada dinding pembuluh darah, sehingga tidak terjadi penyumbatan (aterosklerosis).
Kuning. Buah warna kuning, seperti belimbing, nanas, blewah, pisang, markisa, umumnya kaya kalium. Membantun menurunkan tekanan darah tinggi. kesimpulan beberapa penelitian menyebutakn makanan kaya kalium bermanfaat mencegah stroke dan serangan jantung koroner. Pda pengidap hipertensi, risiko stroke berkurang 40 persen jika rajin makan buah warna kuning.
Nanas mengandung enzim bromelin. Minum jus nanas membantu mempercepat menyembuhan radang, gangguan pencernaan seperti diare dan mengencerkan darah ? sehingga tidak terjadi menyumbatan pembuluh darah, serangan jantung dan stroke.
Hijau. Sebagian besar buah-buahan warna hijau, seperti alpukat, melon, apel hijau Granny Smith, anggur hijau, kaya asam elagat yang berkhasiat menggempur bibit sel kanker jenis apapun. Lemak dalam alpukat termasuk jenis lemak tak jenuh tunggal, berkhasiat menurunkan kadar kolesterol darah, baik bagi kesehatan jantung dan mencegah impotensi. Buah warna hijaumembantu menormalkan tekanan darah, karena serat kaliumnya.
Putih. Duku, leci, lengkeng, rambutan, sirsak merupakan contoh buah yang daging buahnya berwarna putih. Berbeda dari buah-buahan berwarna, buah yang meliki daging buah putih kurang kaya senyawa antioksidan. namun banyak mengandung serat, sementara rambuatan kaya vitamin c.
Siapa pun pasti ingin
memiliki umur panjang plus kesehatan yangselalu prima. Berbagai usaha pun
dilakukan sejak muda untuk mencapai hal inio. Sayangnya, banyak juga yang baru
menyadari ketika mereka telah atau sedang mengalami proses penuaan (aging),
saat perubahan-perubahan baik fisik maupun psikis sedang berlangsung.Sebaliknya, karbohidrat dalam buah sedah tersedia sebagai karbohidrat sederhana, berupa gula buah fruktosa dan glukosa, yang bisa langsung dimanfaatkan tubuh. Karena itu, buah-buahan lebih cepat memasok energi dibanding makanan pokok. Manfaat lain, buah banyak mengandung air, sehingga dapat menyumbang sebagian kecukupan air bagi tubuh.
Karena dimakan mentah, buah memasok lebih banyak zat antioksidan, karena kandungannya masih utuh. kandungan antioksidan dominan yang terdapat dalam buah secara umum berbeda menurut warna buah. Untuk mendapatkan khasiat lengkap buah-buahan, konsumsi buah sebaiknya diatur kombinasi warnanya.
Merah. Semangka, stroberi, tomat adalah contoh buah berwarna merah, umumnya kaya antosianin dan likopen. Antosianin mencegah infeksi dan kanker kandung kemih. Khasiat utama likopen menghambat kemunduran fungsi fisik dan mental, antara lain membuat kita tidak mudah pikun. Likopen juga mencegah kanker pankreas, mulut rahim, dan saluran cerna (ronggaa mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus besar dan dubur).
Jingga. Buah yang daging buahnya berwarna jingga, seperti mangga, pepaya, jeruk keprok, jeruk bali, melon jingga Honey Dew, sarat betakaroten. Fungsi betakaroten yang paling dikenal adalah menghambat proses penuaan sel, sekaligus meremajakan kembali sel-sel yang terlanjur menua. Makan banyak buah warna jinggadapat mempercepat pemulihan kerut.
sebagian betakaroten yang berubah menjadi vitamin A di dalam tubuh akan memacu sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kesuburan pria. Buah kaya betakaroten menjauhkan kita dari risiko stroke dan jantung koroner, dengan cara mencegah menumpuknya kerak lemak pada dinding pembuluh darah, sehingga tidak terjadi penyumbatan (aterosklerosis).
Kuning. Buah warna kuning, seperti belimbing, nanas, blewah, pisang, markisa, umumnya kaya kalium. Membantun menurunkan tekanan darah tinggi. kesimpulan beberapa penelitian menyebutakn makanan kaya kalium bermanfaat mencegah stroke dan serangan jantung koroner. Pda pengidap hipertensi, risiko stroke berkurang 40 persen jika rajin makan buah warna kuning.
Nanas mengandung enzim bromelin. Minum jus nanas membantu mempercepat menyembuhan radang, gangguan pencernaan seperti diare dan mengencerkan darah ? sehingga tidak terjadi menyumbatan pembuluh darah, serangan jantung dan stroke.
Hijau. Sebagian besar buah-buahan warna hijau, seperti alpukat, melon, apel hijau Granny Smith, anggur hijau, kaya asam elagat yang berkhasiat menggempur bibit sel kanker jenis apapun. Lemak dalam alpukat termasuk jenis lemak tak jenuh tunggal, berkhasiat menurunkan kadar kolesterol darah, baik bagi kesehatan jantung dan mencegah impotensi. Buah warna hijaumembantu menormalkan tekanan darah, karena serat kaliumnya.
Putih. Duku, leci, lengkeng, rambutan, sirsak merupakan contoh buah yang daging buahnya berwarna putih. Berbeda dari buah-buahan berwarna, buah yang meliki daging buah putih kurang kaya senyawa antioksidan. namun banyak mengandung serat, sementara rambuatan kaya vitamin c.
Untuk mengurangi risiko menderita berbagai penyakit di usia tua atau menjadi tua dengan kesehatan prima (healthy aging), para ilmuwan telah mengemukakan berbagai teori. Namun yang paling popular saat ini adalah teori radikal bebas, yaitu proses penuaan sebagai akibat kerusakan yang ditimbulkan radikal bebas.
Zat Penghambat Proses Penuaan
Radikal bebas sendiri merupakan zat berbahaya yang sangat reaktif dan bersifat merusak jaringan organ-organ tubuh hingga menimbulkan berbagai penyakit di usia tuba. Untuk menetralisir radikal bebas ini, tubuh kita memerlukan antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan meredam dampak negatifnya. Dengan antioksidan, kerusakan organ tubuh dan risiko terserang berbagai penyakit di usia tua dapat dicegah. Zat antioksidan dapat disediakan oleh tubuh kita, dan ada pula yang harus diperoleh dari luar tubuh berupa makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Diantaranya adalah: karotenoid, vitamin C, vitamin E, beberapa mineral seperti Zinc, Selenium, Mangan, Cuprum dsb. Namun hasil kerja antioksidan yang optimal diperoleh lewat kerjasama antara unsur-unsur antioksidan tersebut.
Sumber Nutrisi yang Mengandung Antioksidan
Berbagai sumber nutrisi yang mengandung anti-oksidan diantaranya adalah semua biji-bijian, buah-buahan dan sayuran, hati, tiram, unggas, kerang, ikan, susu dan daging. Vitamin E alami dapat ditemukan pada wheat germ (gandum), minyak sayur, sayuran berdaun hijau, kuning telur dan kacang-kacangan. Sedangkan vitamin C alami dapat ditemukan pada buah sitrus, tomat, melon, kubis, jambu biji, strawberry, dsb. Selain itu beta karoten (pro-vitamin A) yang merupakan antioksidan penting dari karotenoid banyak dijumpai pada buah apricot, wortel, belewah, bit, daun singkong, daun bayam dan ubi merah. Sumber antioksidan terbaik, tentunya yang berasal dari makanan alami. Namun, jika memperoleh antioksidan dari sumber makanan alami sangat terbatas, untuk proses pencegahan tidak ada salahnya untuk mengkonsumsi suplemen/makanan tambahan.
Khasiat dan manfaat buah-buahan alami bagi tubuh manusia
Buah adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Dibandingkan dengan suplemen obat-obatan kimia yang dijual di toko-toko, buah jauh lebih aman tanpa efek samping yang berbahaya serta dari sisi harga umumnya jauh lebih murah dibanding suplemen yang memiliki fungsi yang sama.
Di bawah ini kita dapat melihat kandungan, khasiat dan manfaat sehat dari beberapa jenis buah yang ada di bumi :
1. BUAH TOMAT (TOMATO)
- tomat mengandung vitamin A, B1 dan C.
- tomat dapat membantu membersihkan hati hati dan darah kita.
- tomat dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. gusi berdarah.
b. rabun senja / kotok ayam.
c. penggumpalan darah.
d. usus buntu.
e. kanker prostat dan kanker payudara.
2. BUAH PEPAYA (PAPAYA)
- pepaya mengandung vitamin C dan provitamin A.
- pepaya dapat membantu memecah serat makanan dalam sistem pencernaan.
- pepaya dapat mebuat lancar saluran pencernaan makanan.
- pepaya dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. menyembuhkan luka.
b. menghilangkan infeksi.
c. menghilangkan alergi
3. BUAH PISANG (BANANA)
- pisang mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.
- pisang dapat membantu mengurangi asam lambung.
- pisang bisa membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh.
- pisang dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. gangguan pada lambung.
b. penyakit jantung dan stroke
c. stress
d. menurunkan kadar koleterol dalam darah.
4. BUAH MANGGA (MANGO)
- mangga mengandung vitamin A, E dan C.
- mangga dapat bertindak sebagai disinfektan.
- mangga dapat membersihkan darah.
- mangga dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. bau badan / bb / bau tubuh yang tidak enak.
b. menurunkan panas tubuh saat demam.
5. BUAH STRAWBERRY (STRAWBERRY)
- stoberi mengandung provitamin A, vitamin B1, B dan C.
- stobery mengandung antioksidan untuk melawan zat radikal bebas.
- strawbery memiliki kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. mengobati gangguan kesehatan pada kandung kemih.
b. menjadi anti virus
c. menjadi anti kanker
6. BUAH APEL (APPLE)
- apel mengandung vitamin A, B dan C.
- aple dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
- apel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. menjadi zat anti kanker.
b. mengurangi nafsu makan yang terlalu besar.
7. BUAH JERUK (ORANGE)
- jeruk mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.
- jeruk mengandung antikanker bagi tubuh.
- jeruk dapat mencegah dan mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. mengobati sariawan.
b. menurunkan resiko terkena kardiovaskuler, kanker, dan katarak.
8. BUAH PEAR / PIR (PEAR)
- pear mengandung vitamin C dan provitamin A.
- pear mengandung anti oksidan yang baik untuk menjaga kesehatan.
- pear dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. menurunkan demam / panas tubuh.
b. mengencerkan dan menhilangkan dahak pada batuk berdahak.
9. BUAH JAMBU BIJI MERAH / JAMBU MERAH (GUAVA)
- jambu merah mengandung vitamin C yang sangat banyak.
- jambu merah mengandung zat antioxidan dan antikanker.
- jambu merah mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. menurunkan kadar kolesterol darah
b. mengobati infeksi.
c. menjaga mengobati sariawan.
d. memperlancar peredaran darah.
e. melancarkan saluran pencernaan.
f. mencegah konstipasi.
10. BUAH SEMANGKA (WATERMELON)
- semangka mengandung vitamin C dan provitamin A.
- semangka dapat menjadi antialergi.
- semangka mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
seperti :
a. menurunkan kadar kolesterol.
b. mencegah dan menahan serangan jantung.
11. BUAH MELON (HONEYDEW)
- melon mengandung vitamin C dan provitamin A.
- melon mengandung zat anti kanker dan anti oksidan.
- melon mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. mencegah darah menggumpal.
b. membersihkan kulit.
c. menlancarkan saluran pencernaan.
d. menurunkan kadar kolestrerol.
12. BUAH WORTEL (CARROT)
- wortel kaya akan vitamin A.
- wortel baik untuk menjaga kesehatan mata.
- wortel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. meningkatkan kekebalan dan ketahanan tubuh jasmani.
b. menjaga hati tetap sehat.
13. BUAH BELIMBING (STAR FRUIT)
- belimbing mengandung vitamin C dan provitamin A.
- belimbing dapat membantu memperlancar pencernaan makanan.
- belimbing mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. menurunkan tekanan darah.
b. menurunkan kadar / tingkat kolesterol dalam tubuh.
14. BUAH NANAS (PINEAPPLE)
- nanas mengandung vitamin B dan C.
- nanas dapat mencegah terkena serangan jantung dan stroke / struk.
- nenas dapat mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. menyembuhkan luka.
b. menyembuhkan infeksi pada saluran pencernaan.
Untuk menjadi sehat alami tanpa bahan kimia makanlah berbagai buah secukupnya setiap hari demi kesehatan badan kita yang sangat berharga.
Buah-buahan berikut adalah salah satu makanan dengan aktivitas antioksidan yang tinggi.
Data konten antioksidan ini diadaptasi dari laporan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah (kutipan di bagian bawah halaman ini).
Tabel: Daftar sumber makanan yang mengandung kadar tinggi dari aktivitas antioksidan.
|
Antioxidant
Food Sources
|
Antioxidant
Content/Activity
|
|
Blackberry
|
51.53
|
|
Redcurrant
|
44.86
|
|
Raspberry
|
43.03
|
|
Olive (black)
|
39.99
|
|
Strawberry (wild)
|
28.00
|
|
Olive (green)
|
24.59
|
|
Strawberry (cultivated)
|
22.74
|
|
Orange
|
20.50
|
|
Blueberry
|
18.61
|
|
Pineapple
|
15.73
|
|
Plum (red)
|
12.79
|
|
Grape (black)
|
11.09
|
|
Grapefruit (yellow)
|
10.20
|
|
Tangerine
|
9.60
|
|
Clementine
|
8.88
|
|
Cherry
|
8.10
|
|
Kiwi fruit
|
7.41
|
|
Prickly pear
|
6.97
|
|
Peach (yellow)
|
6.57
|
|
Fig
|
5.82
|
|
Melon (cantaloupe)
|
5.73
|
|
Pear
|
5.00
|
|
Apricot
|
4.02
|
|
Apple (red Delicious)
|
3.84
|
|
Grape (white)
|
3.25
|
|
Apple (yellow Golden)
|
3.23
|
|
Loquat
|
2.70
|
|
Banana
|
2.28
|
|
Melon (honeydew)
|
2.27
|
|
Watermelon
|
1.13
|
Tabel diadaptasi dari: Nicoletta Pellegrini, N., Serafini, M., Colombi, B., Del Rio, D., Salvatore, S, Bianchi, M. dan Brighenti, F.. 2003.
Total Antioxidant Capacity of Plant Foods, Beverages and Oils Consumed in Italy Assessed by Three Different In Vitro Assays. J. Nutr. 133:2812-2819.
kandungan nutisi dalam
stroberi
PENUTUP
Kesimpulan
Antioksidan adalah
molekul mampu memperlambat atau mencegah oksidasi molekul lain (reaksi oksidasi
dapat menghasilkan radikal bebas, yang memulai reaksi berantai dan merusak
sel). Antioksidan adalah mengakhiri reaksi berantai ini dengan menghapus
radikal bebas antara, dan menghambat reaksi oksidasi lainnya dengan menjadi
teroksidasi sendiri.Radikal bebas merupakan jenis oksigen yang memiliki tingkat reaktif yang tinggi dan secara alami ada didalam tubuh sebagai hasil dari reaksi biokimia di dalam tubuh. Radikal bebas juga terdapat di lingkungan sekitar kita yang berasal dari polusi udara, asap tembakau, penguapan alkohol yang berlebihan, bahan pengawet dan pupuk, sinar Ultra Violet, X-rays, dan ozon. Radikal bebas dapat merusak sel tubuh apabila tubuh kekurangan zat anti oksidan atau saat tubuh kelebihan radikal bebas. Hal ini dapat menyebabkan berkembangnya sel kanker, penyakit hati, arthritis, katarak, dan penyakit degeneratif lainnya, bahkan juga mempercepat proses penuaan.
Radikal bebas dapat merusak membran sel serta merusak dan merubah DNA. Merubah zat kimia dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terkena kanker serta merusak dan menonaktifkan protein.
Sumber-sumber antioksidan dapat
dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu antioksidan sintetik (antioksidan
yang diperoleh dari hasil sintesa reaksi kimia) dan antioksidan alami
(antioksidan hasil ekstraksi bahan alami).
Saran
Hasil oksidasi lemak pada makanan
ternyata mempunyai dampak besar terhadap kesehatan manusia yang
mengkonsumsinya. Pengetahuan bagaimana cara pencegahan proses oksidasi ini
sangat diperlukan, yang pada gilirannya sangat bermanfaat pada pemeliharaan
kesehatan setiap individu. Pengetahuan berbagai jenis antioksidan yang ada di
alam serta manfaatnya bagi kesehatan tubuh sangat membantu kita dalam mengatur
pola makan untuk mendapatkan tubuh sehat dan bugar. Oleh karena itu,
biasakanlah pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi, olahraga yang
teratur dan masih banyak lagi sehingga hidup kita senantiasa sehat dan
terhindar dari radikal bebas yang dapat mengancam hidup kita.

mba , boleh minta link journl makalhnya ?thanks
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus