FILSAFAT
LOGIKA

Disusun oleh :
1. Muhamad Ari Irawan
2. Nurhayati
FAKULTAS IlMU KESAHATAN
PRODI KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS RESPATI
INDONESIA
JAKARTA 2009 / 2010
FILSAFAT
LOGIKA
Pengertian Logika
Logika
dalam bahasa yunani yaitu LOGIKOS, yang berasal dari kata benda LOGOS.
ü LOGIKOS berarti
mengenai sesuatu yang diutarakan, melalui sesuatu pertimbangan akal (pikiran),
mengenai kata, mengenai percakapan, atau yang berkenaan dengan bahasa.
ü LOGOS berarti
sesuatu yang diutarakan, suatu pertimbangan akal (pikiran), kata, percakapan
atau yang berkenaan dengan bahasa.
Secara Etimologis
LOGIKA berarti
sesuatu pertimbangan akal atau pikiran yang diutarakan lewat kata dan
dinyatakan lewat bahasa.
Hukum Dasar Logika
- Hukum Identitas (Principium Identitatis / Law of
Identity)
- Hukum Kontradiksi (Principium Contradictionis /
Law of Contradiction)
- Hukum Tiada Jalan Tengah (Principium Exklusi
Tertii / Law of Excluded Middle)
- Hukum Cukup Alasan (Principium Rationis
Sufficientis / Law of Sufficient Reason)
KEGUNAAN LOGIKA
- Membantu setiap orang yang mempelajari logika
untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan
koheren.
- Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak,
cermat dan objektif.
- Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan
berpikir secara tajam dan mandiri.
- Memaksa dan mendorong orang-orang untuk berpikir
sendiri dengan mengunakan asas-asas sistematis.
- Meningkatkan cinta akn kebenaran dan menghindari
kesalahan-kesalahan berpikir, kekeliruan serta kesesatan.
- Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.
- Terhindar dari klenik, guyon-tuhon (bahasa jawa)
- Apabila sudah mampu berpikir rasional, kritis,
lurus, metodis dan analitis sebagaimana tersebut pada butir pertama maka
akan meningkatkan citra diri seseorang.
Logika Sebagai Esensi Dari Filsafat
Russell mencoba
membaginya ke dalam tiga tipe besar yaitu :
v Tipe
pertama disebut sebagai tipe tradisional klasik yang diwakili oleh pemikiran Kant
dan Hegel, periode ini menekankan pada kecenderungan untuk
mengadopsi pemecahan masalah yang terjadi sekarang dengan metode-metode dan
hasil-hasil yang telah dicapai pada masa plato dan lainnya.
v Tipe kedua
adalah Evolusionusme, yang dimulai dari pemikiran Darwin hingga Herbert
Spencer.
v Tipe ketiga
adalah yang disebut Logika Atomisme, yabg melihat filsafat melalui metode
kritis matematika.
Logika Sebagai Cabang Filsafat
Dasar
penalaran dalam logika ada dua, yakni deduktif dan induktif :
1. Penalaran
Deduktif
Penalaran
deduktif / Logika Deduktif adalah penalaran yang membangun atau mengevaluasi
argumen deduktif.
Agumen
dinyatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan ditarik atau merupakan
konsekuensi logis dari premis-premisnya.
Contoh argumen deduktif :
- Setiap mamalia punya sebuah jantung.(premis)
- Semua kuda adalah mamalia.(premis)
- Jadi, setiap kuda punya sebuah
jantung.(kesimpulan)
2. Penalaran
Induktif
Penalaran
Induktif / Logika Induktif adalah penalaran yang berangkat dari serangkaian
fakta-fakta khusus untuk mencapai kesimpulan umum.
Contoh argumen induktif :
- Kuda Sumba punya sebuah jantung.(khusus)
- Kuda Australia punya sebuah jantung.(khusus)
- Kuda Amerika punya sebuah jantung.(khusus)
- Kuda Inggris punya sebuah jantung.(khusus)
- . . . . . . .
- Jadi, Setiap kuda punya sebuah jantung.(umum)
Ciri-ciri
yang Membedakan Antara Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif
Deduktif :
·
Jika premis benar, maka kesimpulan pasti benar.
·
Semua informasi atau fakta pada kesimpulan sudah ada,
sekurangnya secara implisit dalam premis,
Induktif :
·
Jika premis benar, kesimpulan mungkin benar, tapi tak
pasti benar.
·
Kesimpulan memuat informasi yang tak ada, bahkan
secara implisit dalam premis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar