
Gejala hedonisme ?
Rasa gengsi tinggi yang
diperoleh dari menonjolkan merek-merek terkenal dan mahal, atau simbol-simbol
kemewahan lainnya adalah merupakan gejala umum sekarang ini. Lihat saja di
kota-kota besar saat ini semakin banyak bermunculan butik-butik atau toko-toko
pakaian dan perlengkapan lainnya yang merupakan barang impor dan bermerek
dengan harga yang, wow, membuat jantung saya berdegup kencang, dimana harga
selembar baju kaos (T Shirt) dengan tulisan seadanya "cuma" sebesar
Rp. 250.000,-. Berdegup kencang bukan hanya karena kaget melihat harga yang
fantastis tapi juga deg-degan didekati si pelayan toko, karena takut dan malu
kalau ditanya, "Ada
yang bisa dibantu, Pak ?" Dan saya hanya bisa menjawab, "Ngga,
lihat-lihat saja."
Melihat harga-harga fantastis
dari toko-toko yang biasanya menambahkan nama surf pada nama tokonya tersebut,
maka menjadi maklumlah saya kenapa orang-orang menjadi begitu bangga walaupun
hanya membawa kantong kreseknya kemana-mana. Dan akhirnya saya pun bisa maklum
kenapa teman saya bergitu bangganya membawa tas kulit bulukannya ke mana-mana.
Kalimat ini saya Copy Paste dari
tulisan Pak Anwariansyah dalam judulnya " Kantong Kresek Bermerek
Memang Lebih Srek" dan saya tergelitik untuk menulis sesuatu tentang HEDONISME
yang berasal dari bahasa Yunani Hedone yang berarti kesenangan
atau kenikmatan.
Pengajaran atau konsep moral dari
Hedonisme adalah menyamakan kebaikan dengan kesenangan.Jadi
semua kesenangan dan kenikmatan secara fisik selalu membawa kebaikan.
Pandangan hidup ini mengajarkan
pada pengikut atau mereka yang siap mengikutinya bahwa pemujaan
terhadap kesenangan dan kenikmatan dunia harus dikejar, dan itulah tujuan hidup
yang paling hakiki bagi manusia.
Pandangan hidup seperti inilah
yang sekarang ini banyak dan hampir semua umat manusia meng-amininya dan
menjadikannya sebagai tolok ukur dalam gaya
hidup.
Contoh yang paling nampak dan ada
pada keseharian kita, yaitu iklan-iklan yang membombardir dengan
kalimat-kalimat yang kadangkala sangat tidak masuk di akal seperti : "
Anda ingin kaya dalam waktu singkat.....ikutilah seminar kami..
dan..bla..bla..bla....!!!!!!" . Dalam pengejaran dan pemujaan terhadap
kesenangan dan kenikmatan, hal-hal yang menjadi "etika"
selalu diterjang. Contoh yang paling anyar, yaitu tetangkapnya anggota DPR oleh
KPK di Hotel Ritz Carlton .
Mengapa hal tersebut dapat terjadi..???, sudah lemahkah pagar iman dan agama
??????
Teori ini juga cenderung
mengajarkan, bahwa untuk mendapat kesenangan dan kenikmatan dan kebahagiaan,
tidak perlu menunggu di surga, karena pada dasarnya, mereka tidak mempercayai
adanya kebahagiaan di surga, dan kalimat yang sering diucapkan oleh para
hedonis:" kita tidak perlu pergi kesurga untuk mengalami
kebahagiaan, karena di dunia ini, kenikmatan dan kebahagiaan serta kesenangan
telah tersedia dan dapat kita miliki !!!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar