Senin, 19 Maret 2012

MAKALAH EKONOMI KESEHATAN “ PERAN SWASTA DALAM PELAYANAN KESEHATAN ”


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Swasta di bidang kesehatan adalah semua organisasi dan individu yang dalam melaksakan kegiatannya tidak langsung dikendalikan oleh Pemerintah. Ini termasuk perusahaan swasta dan individu ynng mencari untung (for-profit) serta organisasi swasta yang tidak . mencari untung (non-prof it) (WHO, Mexico 1991).
Banyak faktor yang menentukan keberhasilan derajat kesehatan di antaranya perilaku manusia itu sendiri. Namun persoalan yang menyangkut sehat juga banyak dipengaruhi oleh masalah kemiskinan, kebodohan, pencemaran  lingkungan, dan lain-lain, termasuk persoalan keamanan. Karena itu, sehat selain merupakan hak, juga merupakan kewajiban, baik sebagai individu, masyarakat, dan pemerintah.
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan bahwa pembangunan kesehatan harus ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi masyarakat yang setinggi-tingginya. Semua itu dianggap sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia, terlebih pada era reformasi. Lebih lanjut Pasal 11 UU itu menyebutkan bahwa tiap orang berkewajiban berperilaku hidup sehat untuk mewujudkan, mempertahankan, dan  memajukan kesehatan setinggi-tingginya.
1.2 Tujuan
Agar mahasiswa dapat memahami peran swasta dalam pelayanan kesehatan di masyarakat di masa yag akan datang.






BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Swasta di bidang kesehatan adalah semua organisasi dan individu yang dalam melaksakan kegiatannya tidak langsung dikendalikan oleh Pemerintah. Ini termasuk perusahaan swasta dan individu ynng mencari untung (for-profit) serta organisasi swasta yang tidak . mencari untung (non-prof it) (WHO, Mexico 1991).
2.2 Peranan Swasta dan Pemerintah
        A.   Tujuh item yang menjadi isu :
a. Pemerataan (equity)
b. Efesiensi operasional
c. Efesiensi alokatif
d. Acceptability oleh consumer
e. Acceptability oleh provider
f. Kelayakan administrasi
g. Acceptability secarn politis
      B.     Tujuh kemungkinan peran swasta :
a. Kontrak kegiatan tertentu pada swasta
b. Mendorong pengembangnn JPKM
c. Sesuaikan tarif untuk meningkatkan pendapatan.
d. Membayar swasta sesuai dengan mutu di Pemerintah
e. Kembangkan asuransi swasta nasional
f. RS Swadana (Autonomy)
g. Swasta ikut bertanggung jawab atas biaya pendidikan
v  Swastanisasi
Swastanisasi atau privatisasi adalah strategi atau kebijakan Pemerintah untuk mengalihkan pelaksanaan upaya dan pelayanan kesehatan serta pembiayaannya dari Pemerintah ke swasta. Pengalihan bisa total atau sebagian.
ASUMSI DAN EKSPEKTASI

1. Mobilisasi Sumber Daya
                 Fakta menunjukan bnhwa dana yang bersumber dari masyarakat dan swasta, jumlahnya cukup besar (65-35%). Dana yang besar ini diharapkan akan bisa membantu memikul tanggung jawab sosial secara langsung.
Kesuksesan sektor swasta dalam membantu memobilisasi dana tergantung dari beberapa kondisi
:
a. Juml
ah tenaga kesehatan
                Dengan berkembangnya swasta, tenaga terampi yang jumlahnya terbatas di sektor pemerintah akan berkurang (terjadi di Meksiko dan Malaysia).
b. Intervensi Pemerintah
               Kalau tidak ada intervensi, bisa terjadi kenaikan total biaya kesehatan, tetapi volume pelayanan akan tetap atau bahkan menurun
2. Kompetisi dan Efesiensi
                 Dalam mekanisme pasar bebas, persaingan akan mendorong efesiensi. Ini akan terjadi dalam sistem pasar yang berfungsi baik, yang memenuhi syarat-syarat tertentu :
a
. Mekanisme harga di pasar memerlukan informasi biaya produksi secara tepat dan cepat. Di negara maju, kebanyakan informasi ini sudah tersedia, tetapi di sebagian negara berkembang, informasi ini masih sangat terbatas.
b. Persyaratan dimana supplier dalam jumlah yang banyak dan dapat masuk dan keluar dengan mudah. Dalam kenyataan, sulit untuk masuk dan keluar dari sistem di sektor kesehatan, sehingga yang terjndi bukan “free competition”, tetapi oligopoli, bahkan monopoli di daerah tertentu.
c. Consumer choices.
                Kondisi pasar sempurna memungkinkan konsumer untuk memilih yang terbaik dari banyak Iayanan kesehatan, dam konsumer jugn mengetnhui kualitas barang yang dibelinya. Untuk itu konsumer harus mengetahui variasi harga dan kualitas barang yang tersedin di pasar. Tetapi Karena salah satu ciri jasa kesehatan adalah consumer ignorance, maka permi ntaan yang terjadi adalah permintaan yang diwakilkan oleh provider, sehingga terjadi mekanisme pasar tidak sempurna.
3. Keseimbangan pasar dan pemerataan
              Keseimbangan pasar dan pemerataan adalah tidak berhubungan. Jadi keseimbangan pasar hanya mencerminkan keseimbangan harga atas harga yang ditawarkan dan diminta konsumen.
               Pada tingkat harga keseimbangan ini, ada sebagian konsumer yang mempunyai kemampuan di bawah titik keseimbangan tersebut. Contoh di A5, 35 juta orang tidak mampu menjangkau hargn premi asuransi kesehatan
4. Kualitas
Fakta : Kualit
as di sektor pemerintah sangat rendah. Keluhan terdapat dalam layanan kesehatan, Iayanan penunjang medik, layanan administrasi, layanan tranportasi, dll.
Ekspektasi : peningkatan kualitas Iayanan kesehatan.
Definisi layanan kesehatan yang berkualitns :
a. Kualitas dari aspek medis harus adekwat (tidak lebih dan tidak kurang)
Swasta for profit : cenderung untuk memberi Iayanan berlebihan (untuk pembayaran fee for service) atau kurang (kapitasi).
b. Kualitas dari aspek non medis (convenience dan amenities) meliputi waktu tunggu, administrasi, kebersihan, keramahan, kenyamanan.
c. Kualitas dari aspek aksesibilitas
For profit :Target pada pangsa pasar dengan kemampuan tinggi
Ø  MOTIVASI DAN PERILAKU SWASTA
1. Non for profit
Tujuannya adalah memaksimalkan benefit sosial dari pelayananya. Ada dua :
-Yang mendapati subsidi
 
-Yang tidak mendapatkan subsidi
Sumber subisi :
* Badan atau organisasi internasional
* Sumber dana domestik (jumlah sedikit)
Subsidi mencnngkup :
* Seluruh/sebagian komponen biaya (investasi, oprasional, dan pemeliharaan )
* Ada keterbatasan hanya subisi investnsi
Ciri-ciri :
* Tarif biasanya di bawah biaya satuan
* T
arif di atas biaya satuan digunakan untk subsidi silang
* Sasaran pelayanan ke pemukiman kumuh, daerah tertingga
l
2. For Profit
           Tujuan adalah memaksimalkan ospek ” return on investment “, karena itu sektor for profit selalu memperhatikan : jumlah, jenis dan lokasi layanan kesehatan.
Biasanya sektor ini menawarkan sistem yang eksklusif dalam tenaga, peralatan, medis, peralatan pendukung, dan juga biayanya.
Konsumennya : mampu dan menginginkan kualitas yang tinggi. Tetapi ada fenomena ” supply induced demand ” dimana biaya investasi dan op
erasional dibiayai dengan uang pinjaman bank, sehingga menunjang untuk melakukan ” unnecessary procedures”.







 









BAB 3
KESIMPULAN
Swasta di bidang kesehatan adalah semua organisasi dan individu yang dalam melaksakan kegiatannya tidak langsung dikendalikan oleh Pemerintah. Ini termasuk perusahaan swasta dan individu ynng mencari untung (for-profit) serta organisasi swasta yang tidak . mencari untung (non-prof it) (WHO, Mexico 1991).
Banyak faktor yang menentukan keberhasilan derajat kesehatan di antaranya perilaku manusia itu sendiri. Namun persoalan yang menyangkut sehat juga banyak dipengaruhi oleh masalah kemiskinan, kebodohan, pencemaran  lingkungan, dan lain-lain, termasuk persoalan keamanan. Karena itu, sehat selain merupakan hak, juga merupakan kewajiban, baik sebagai individu, masyarakat, dan pemerintah.

1 komentar: